Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
HUKUM & KRIMINAL

Polda Babel Ungkap Dugaan Penampungan 53 Ton Pasir Timah Ilegal di Belitung, Tiga Orang Diamankan

Avatar photo
297
×

Polda Babel Ungkap Dugaan Penampungan 53 Ton Pasir Timah Ilegal di Belitung, Tiga Orang Diamankan

Sebarkan artikel ini
Puluhan ton pasir timah yang diduga ilegal di Kabupaten Belitung. Foto: Humas Polda Babel.

TINTAJURNALISNEWS –Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepulauan Bangka Belitung mengungkap dugaan kasus penampungan pasir timah ilegal di Kabupaten Belitung. Informasi tersebut disampaikan melalui publikasi resmi Humas Polda Kepulauan Bangka Belitung.

Berdasarkan keterangan resmi yang dipublikasikan Humas Polda Babel, tim gabungan Ditreskrimsus Polda Kepulauan Bangka Belitung bersama Satbrimob Polda Babel dan Satreskrim Polres Belitung mengamankan sekitar 53 ton pasir timah yang diduga ditampung secara ilegal di sebuah rumah di Jalan Jagung, Desa Air Merbau, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, pada Selasa (4/8/2026).

Operasi tersebut dipimpin Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Babel, AKBP M. Iqbal Surbakti. Personel Satbrimob Polda Babel turut diterjunkan untuk mengamankan lokasi serta membantu proses evakuasi ratusan karung berisi pasir timah yang ditemukan di lokasi.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

Dari hasil penggerebekan, seluruh barang bukti berupa sekitar 53 ton pasir timah diangkut menggunakan sejumlah truk menuju Markas Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Babel untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Selain menyita barang bukti, petugas juga mengamankan tiga orang yang diduga terlibat dalam perkara tersebut. Sementara itu, kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap dua orang lainnya yang diduga merupakan bagian dari jaringan penampungan pasir timah ilegal tersebut.

Kasus tersebut kini masih dalam penanganan Ditreskrimsus Polda Kepulauan Bangka Belitung. Penyidik terus melakukan pendalaman guna mengungkap fakta-fakta lain serta kemungkinan adanya pihak yang turut terlibat dalam dugaan penampungan pasir timah ilegal tersebut.

HUKUM & KRIMINAL

Dugaan aktivitas pertambangan dan pengiriman bauksit dari Desa Marok Kecil, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, menuju PT Bintan Alumina Indonesia (PT BAI) di Galang Batang, Bintan, mendesak mendapat perhatian serius pemerintah. Dinas ESDM Provinsi Kepulauan Riau dan instansi terkait diminta tidak tinggal diam serta segera melakukan pemeriksaan langsung di lapangan.

HUKUM & KRIMINAL

Dugaan pengiriman batu bauksit dari Desa Marok Kecil, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, menuju PT Bintan Alumina Indonesia (PT BAI) di kawasan Galang Batang, Kabupaten Bintan, menyisakan sejumlah pertanyaan. Mulai dari identitas perusahaan yang beroperasi hingga kepastian legalitas tambang dan jalur distribusi material tersebut.