Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
HUKUM & KRIMINALPERISTIWA

Kapolda Riau dan Pangdam Tinjau Karhutla di Inhu, Salat Istisqa Memohon Hujan

Avatar photo
75
×

Kapolda Riau dan Pangdam Tinjau Karhutla di Inhu, Salat Istisqa Memohon Hujan

Sebarkan artikel ini
Kapolda Riau dan Pangdam XIX/Tuanku Tambusai saat meninjau penanganan Karhutla di Inhu.

TINTAJURNALISNEWS –Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, menjadi perhatian jajaran TNI dan Polri. Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan bersama Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen Agus Hadi Waluyo meninjau penanganan Karhutla di Desa Pulau Jumat, Kecamatan Kuala Cenaku, Rabu (16/9/2026).

Peninjauan tersebut, berdasarkan keterangan yang disampaikan jajaran terkait, turut diikuti Tenaga Ahli Kepala BNPB, Kepala Pelaksana BPBD Riau Edy Afrizal, serta jajaran Forkopimda Indragiri Hulu.

Selain melihat penanganan pemadaman dan pendinginan, rombongan juga melaksanakan salat istisqa untuk memohon turunnya hujan setelah menunaikan salat Zuhur.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

Ikhtiar tersebut dilakukan di tengah penanganan kebakaran yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Riau.

Desa Pulau Jumat menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian. Berdasarkan keterangan yang disampaikan, kebakaran di wilayah tersebut terdeteksi sejak 7 September 2026 dan telah menghanguskan sekitar 150 hektare lahan. Dari luasan tersebut, sekitar 100 hektare dilaporkan telah berhasil dipadamkan.

Kondisi medan berupa semak belukar dan lahan gambut, ditambah angin kencang serta akses yang sulit dijangkau, menjadi tantangan bagi personel gabungan dalam melakukan pengendalian api.

Kapolda Riau dan Pangdam XIX/Tuanku Tambusai saat meninjau penanganan Karhutla di Inhu.

Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan mengatakan, peninjauan dilakukan untuk memastikan penanganan berjalan optimal sekaligus mengevaluasi kebutuhan personel dan sarana pendukung di lapangan.

“Kami melakukan pengecekan langsung untuk memastikan kondisi di lapangan serta memastikan proses pemadaman dan pendinginan berjalan dengan baik,” kata Herry, sebagaimana disampaikan dalam keterangan terkait penanganan Karhutla.

Sebanyak 157 personel gabungan dari Polri, TNI, BPBD, perusahaan, Manggala Agni, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) dikerahkan untuk menangani kebakaran di lokasi tersebut.

Penanganan dilakukan dengan sejumlah langkah, di antaranya penggunaan cairan formula X-Fire, pendirian posko, serta pengerahan tiga alat berat untuk membuat sekat bakar dan membuka akses jalan. Tim gabungan juga membangun embung yang difungsikan sebagai sumber air untuk mendukung proses pemadaman.

Herry menegaskan, penanganan Karhutla tidak boleh berhenti hanya karena api di permukaan terlihat padam. Kondisi lahan gambut memungkinkan bara api tetap berada di bawah permukaan dan kembali memicu kebakaran.

“Khusus terhadap lokasi yang telah memasuki tahap pendinginan, saya sudah menekankan kepada jajaran agar tidak lengah dan tidak langsung meninggalkan lokasi. Pendinginan harus dipastikan benar-benar tuntas, kemudian dilanjutkan dengan patroli dan pemantauan secara berkala,” tegasnya.

Kapolda Riau dan Pangdam XIX/Tuanku Tambusai saat meninjau penanganan Karhutla di Inhu.

Sementara itu, berdasarkan pemantauan Dashboard Lancang Kuning pada 15 September 2026 hingga pukul 21.00 WIB, tercatat 48 hotspot di Provinsi Riau. Sebanyak 37 titik di antaranya berada di Kabupaten Indragiri Hulu, termasuk tiga titik dengan kategori kepercayaan tinggi.

Kondisi tersebut membuat Indragiri Hulu menjadi salah satu wilayah yang menjadi fokus penanganan Karhutla. Secara keseluruhan, terdapat sembilan lokasi kebakaran yang menjadi perhatian Polda Riau di wilayah tersebut.

Selain Desa Pulau Jumat, penanganan juga dilakukan di Desa Sipang, Pauh Ranap, Paya Rumbai, Talang Lakat, serta sejumlah lokasi lainnya yang telah memasuki tahap pendinginan.

Herry memerintahkan jajaran untuk segera melakukan pengecekan lapangan terhadap hotspot dengan kategori tinggi maupun sedang. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan apakah titik yang terdeteksi merupakan api aktif, bara, atau anomali panas lainnya.

“Hotspot kategori High dan Medium kami perintahkan untuk segera dilakukan ground check dan verifikasi di lapangan,” ujarnya.

Kapolda Riau dan Pangdam XIX/Tuanku Tambusai saat meninjau penanganan Karhutla di Inhu.

Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen Agus Hadi Waluyo menegaskan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan kecepatan bertindak dan sinergi seluruh unsur yang terlibat.

Menurutnya, koordinasi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh pihak di lapangan perlu terus diperkuat agar kebakaran dapat segera dikendalikan dan tidak meluas ke wilayah lainnya.

“Kita harus bergerak cepat dan bekerja bersama. Jangan berikan ruang bagi api untuk meluas. Seluruh unsur harus tetap solid, fokus pada pemadaman dan pendinginan, serta memastikan titik yang sudah ditangani tidak kembali terbakar,” kata Agus.

Ia juga meminta seluruh prajurit dan personel gabungan memperhatikan faktor keselamatan selama menjalankan tugas di tengah kondisi medan yang sulit dan situasi kebakaran yang dinamis.

Keselamatan personel, menurutnya, tetap menjadi perhatian tanpa mengurangi kesungguhan dalam menjalankan pemadaman dan pendinginan hingga tuntas.

“Utamakan keselamatan personel, tetapi tugas harus tetap dilaksanakan secara maksimal. Kita hadir di sini untuk melindungi masyarakat, lingkungan, dan memastikan penanganan Karhutla dilakukan sampai benar-benar tuntas,” tegasnya.

Penanganan Karhutla di Indragiri Hulu selanjutnya diarahkan tidak hanya pada pemadaman api, tetapi juga memastikan proses pendinginan, patroli, serta pemantauan dilakukan secara berkelanjutan guna mencegah munculnya kembali titik api.