Menurut Sasjoni, kondisi tersebut bukan sekadar dinamika pasar, melainkan persoalan kebijakan yang dibiarkan tanpa pengawasan dan intervensi serius dari lembaga legislatif daerah.
“Ini bukan lagi fluktuasi biasa. Ketika harga sembako melonjak terus-menerus dan rakyat semakin tertekan, seharusnya DPRD hadir menjalankan fungsi pengawasan. Namun yang terlihat justru sebaliknya,” ujar Sasjoni, Senin 15/12/25.

