Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Example floating
Example floating
PEMERINTAHAN

Apel Kasatwil Polda Kepri 2025: Perkuat Transformasi Polri Profesional di Era Digital

Avatar photo
170
×

Apel Kasatwil Polda Kepri 2025: Perkuat Transformasi Polri Profesional di Era Digital

Sebarkan artikel ini
Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin, S.I.K., M.H.
Picsart-24-03-26-04-51-32-353

TINTAJURNALISNEWS –Polda Kepulauan Riau melaksanakan Apel Kasatwil Polda Kepri Tahun 2025 di Gedung Lancang Kuning Polda Kepri, Rabu (10/12/2025). Kegiatan strategis ini dipimpin langsung oleh Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin, S.I.K., M.H., didampingi Wakapolda Kepri Brigjen Pol Dr. Anom Wibowo, S.I.K., M.Si. Turut hadir Irwasda Polda Kepri, para Pejabat Utama, serta seluruh Kapolres dan Kapolresta jajaran Polda Kepri.

Tahun ini, Apel Kasatwil mengusung tema “Transformasi Polri yang Profesional untuk Masyarakat.” Tema tersebut menegaskan arah pembaruan kinerja Polri, mulai dari modernisasi pola layanan, peningkatan kemampuan SDM, hingga penguatan respons terhadap perubahan zaman yang semakin dinamis.

Dalam sambutannya, Kapolda Kepri menekankan bahwa perkembangan teknologi telah membawa perubahan besar terhadap pola komunikasi dan perilaku masyarakat. Untuk itu, seluruh anggota Polri dituntut lebih adaptif, responsif, tidak reaktif, serta selalu mengedepankan pendekatan profesional dalam menangani issue publik.

Beliau menegaskan pentingnya optimalisasi fungsi Pamapta, layanan Call Centre 110, serta analisis intelijen sebagai garda terdepan respons cepat kepolisian.

Selain itu, Kapolda juga menyoroti penguatan pengawasan internal, peningkatan peran Bhabinkamtibmas, serta transparansi penanganan aduan sebagai langkah utama membangun kepercayaan publik.

Kegiatan berlanjut dengan pemaparan materi dari:

  • Irwasda Polda Kepri,
  • Ketua Himpsi,
  • Kabid Propam,
  • Dirkrimum,
  • Kabidhumas,
  • Dirintel.

Setiap pemateri memberikan analisis komprehensif mengenai:

  • kedisiplinan anggota,
  • psikologi massa,
  • strategi komunikasi publik,
  • mekanisme penanganan unjuk rasa,
  • pola provokasi yang berkembang,
  • serta model mitigasi di lapangan.

Pemaparan ini menjadi landasan penting dalam menyiapkan jajaran Polda Kepri menghadapi dinamika keamanan dan pelayanan publik tahun 2025.

Setelah sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan TFG (Tactical Floor Game) sebagai mekanisme penyamaan persepsi antar fungsi. Melalui metode ini, para pimpinan operasi dan lapangan diuji dalam memetakan skenario pengamanan unjuk rasa hingga potensi kontinjensi lainnya.

TFG membantu peserta memahami:

  • dinamika eskalasi massa,
  • pola koordinasi lintas fungsi,
  • teknik respons terpadu,
  • serta pengambilan keputusan cepat dan terukur.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan simulasi pelayanan penyampaian aspirasi masyarakat di Lapangan Bhayangkara Polda Kepri. Simulasi ini dirancang sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi dinamika unjuk rasa dengan pendekatan humanis, terukur, dan memprioritaskan keselamatan publik.

Pada sesi akhir, seluruh peserta melaksanakan Ikrar Ksatria Bhayangkara, sebuah prosesi simbolik yang menegaskan komitmen moral anggota Polri dalam menegakkan integritas, profesionalitas, dan pengabdian kepada negara serta masyarakat.

Apel Kasatwil Polda Kepri Tahun 2025 menjadi wadah konsolidasi menyeluruh untuk meningkatkan kesiapan personel menghadapi tantangan keamanan modern, sekaligus memperkukuh reformasi Polri menuju institusi yang modern, humanis, responsif, dan akuntabel.

Polda Kepri menegaskan komitmennya untuk selalu menghadirkan pelayanan terbaik, menjaga stabilitas keamanan daerah, serta menjunjung tinggi nilai Tribrata dan Catur Prasetya dalam setiap pelaksanaan tugas.

 

Sumber: Humas Polda Kepri

Example 120x600
PEMERINTAHAN

Bangunan megah itu diketahui dibangun tanpa mengantongi IMB maupun PBG, sebuah kewajiban mutlak sebelum pembangunan gedung dimulai. Dalam papan resmi penertiban yang terpasang mencolok di lokasi, nama Suryono tercantum jelas sebagai pemilik bangunan, sehingga tidak menyisakan ruang tafsir mengenai siapa pihak yang harus bertanggung jawab.

PEMERINTAHAN

Kondisi jalan rusak parah di akses masuk Desa Gunung Kijang, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, menuai sorotan tajam masyarakat. Jalan yang berada di sekitar pusat pelayanan pemerintahan desa itu tampak berlubang, terkelupas, dan kerap tergenang air, namun hingga kini belum mendapat penanganan serius, meski kerusakan telah terjadi sejak tahun lalu.