Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Example floating
Example floating
NASIONAL

Patkor Kastima ke-29: Indonesia–Malaysia Perkuat Sinergi, Perluas Pengawasan, dan Tegaskan Komitmen Jaga Perbatasan Laut

Avatar photo
111
×

Patkor Kastima ke-29: Indonesia–Malaysia Perkuat Sinergi, Perluas Pengawasan, dan Tegaskan Komitmen Jaga Perbatasan Laut

Sebarkan artikel ini
Direktur Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai, Rizal
Picsart-24-03-26-04-51-32-353

TINTAJURNALISNEWS -Patroli Terkoordinasi Kastam Indonesia–Malaysia (Patkor Kastima) kembali digelar dan memasuki pelaksanaan ke-29 pada tahun 2025. Operasi bersama yang diinisiasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dan Jabatan Kastam Diraja Malaysia (JKDM) ini kembali menegaskan pentingnya kolaborasi dua negara dalam menjaga keamanan perbatasan laut, khususnya di Selat Malaka dan wilayah rawan penyelundupan lainnya.

Sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 1994, Patkor Kastima menjadi salah satu bentuk kerja sama operasional paling konsisten antara Indonesia dan Malaysia. Tahun ini, Direktur Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai, Rizal, menegaskan bahwa operasi tersebut telah menjadi bukti nyata komitmen kedua negara selama tiga dekade dalam menjaga stabilitas kawasan.

“Selama tiga dekade, kedua negara terus memperkuat kerja sama untuk memastikan perairan Selat Malaka dan wilayah perbatasan aman dari berbagai tindak pelanggaran kepabeanan dan aktivitas ilegal lintas negara,” ujar Rizal.

Patkor Kastima ke-29 dilaksanakan dalam dua periode:

  • 19 Oktober–04 November 2025, dan
  • 05–19 November 2025

Selama total 32 hari, kapal patroli dari Bea Cukai dan JKDM menyisir jalur pelayaran internasional di Selat Malaka—wilayah yang dikenal strategis namun rawan dimanfaatkan penyelundup dan jaringan kejahatan transnasional.

Tahun ini, cakupan patroli diperluas hingga perairan Kalimantan Barat dan Sarawak. Perluasan tersebut dilakukan untuk menutup celah penyelundupan yang memanfaatkan perbatasan darat dan laut di kawasan tersebut, sehingga pengawasan dapat lebih efektif dan komprehensif.

Sepanjang operasi, kapal patroli Bea Cukai melakukan:

  • 67 pemeriksaan sarana pengangkut,
  • 9 penyegelan kapal impor, dan
  • 3 penegahan komoditas ilegal, meliputi rokok, benih lobster (baby lobster), dan barang campuran.

Total nilai barang hasil penindakan mencapai Rp29 miliar, dengan potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan diperkirakan sekitar Rp30 miliar. Selain itu, nilai sarana pengangkut yang melanggar mencapai sekitar Rp4 miliar.

Capaian tersebut kembali menegaskan peran strategis Patkor Kastima sebagai garda depan dalam melindungi ekonomi nasional dan mencegah masuknya barang-barang ilegal yang merugikan negara.

Di luar keberhasilan teknis, Patkor Kastima ke-29 juga menyisakan momen humanis. Kapal BC 8001 terlibat langsung dalam pemulangan jenazah seorang petugas JKDM yang meninggal dunia akibat serangan jantung saat bertugas di tengah operasi.

Tindakan tersebut mencerminkan bahwa kerja sama dua negara bukan hanya sebatas operasional, namun juga menunjukkan kedekatan emosional dan profesional yang telah terbangun selama puluhan tahun.

Setelah hampir 30 tahun berjalan, Patkor Kastima terus membuktikan relevansinya sebagai instrumen penting dalam menghadapi tantangan keamanan maritim yang semakin kompleks.

Perluasan wilayah usaha pengawasan, capaian penindakan, serta hubungan dekat antara kedua otoritas semakin menegaskan bahwa sinergi Indonesia–Malaysia merupakan elemen vital dalam menjaga stabilitas kawasan.

“Patkor Kastima bukan sekadar patroli rutin, melainkan bentuk nyata komitmen dua negara serumpun dalam melindungi masyarakat dan memastikan perbatasan tetap aman bagi generasi mendatang,” tutup Rizal.

 

Sumber: DJBC

Example 120x600
NASIONAL

Dalam pernyataannya, Pigai menegaskan bahwa pemerintah telah mengambil langkah awal guna mempersiapkan upaya Indonesia merebut kursi penting tersebut.

“Hari ini, Kementerian HAM bersama Kementerian Luar Negeri serta Wakil Kepala Bappenas telah mengambil posisi. Kami akan merebut jabatan Presiden Dewan HAM PBB,” ujar Pigai di hadapan para tamu undangan dan pemangku kebijakan yang hadir.