Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
HUKUM & KRIMINALKonsumen

Bolak-Balik Servis HP di Kios Edi Bincen, Rusak Lagi dalam 1–2 Bulan: Kualitas Dipertanyakan, Pengecekan Pihak Berwenang Didesak

Avatar photo
232
×

Bolak-Balik Servis HP di Kios Edi Bincen, Rusak Lagi dalam 1–2 Bulan: Kualitas Dipertanyakan, Pengecekan Pihak Berwenang Didesak

Sebarkan artikel ini
Kios servis ponsel di kawasan Bintan Center, Tanjungpinang Timur

TINTAJURNALISNEWS –Kualitas layanan dan suku cadang sebuah kios servis ponsel di kawasan Bintan Center, Tanjungpinang Timur, menjadi sorotan setelah seorang pelanggan berinisial DO mengaku harus berulang kali memperbaiki ponselnya dengan keluhan yang sama.

DO menyampaikan, ponsel miliknya mengalami kerusakan pada bagian pengisian daya atau tidak bisa melakukan cas. Ia telah tiga kali melakukan perbaikan di kios milik Edi tersebut. Setiap kali selesai diservis, perangkat memang kembali menyala dan dapat digunakan seperti biasa. Namun, dalam kurun waktu sekitar satu hingga dua bulan, gangguan serupa kembali terjadi.

“Setiap selesai diperbaiki memang normal lagi. Tapi baru satu sampai dua bulan dipakai, rusak lagi dengan keluhan yang sama, tidak bisa cas,” ujar DO.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru
BACA JUGA:  Direksi PLN Terbitkan Tagihan Susulan, Konsumen Tanjungpinang Mengeluh dan Merasa Dirugikan

Pada kunjungan keempat kalinya, DO mempertanyakan langsung kepada pihak kios mengapa kerusakan tersebut tidak pernah benar-benar tuntas. Ia mengaku heran, jika perbaikan sudah dilakukan berulang kali, seharusnya sumber masalah dapat diatasi secara menyeluruh, bukan justru kembali pada titik yang sama.

Menurut DO, penjelasan yang disampaikan karyawan dinilai kurang menjawab inti persoalan. Keluhan utama adalah fungsi pengisian daya yang tidak berjalan, namun pembahasan justru menyinggung bagian lem yang terlepas, sementara kondisi layar (LCD) tetap hidup dan normal. Hal ini membuatnya semakin mempertanyakan letak permasalahan yang sebenarnya.

Selain itu, DO juga menyampaikan dugaan terkait kualitas komponen yang dipasang. Ia mempertanyakan apakah suku cadang yang digunakan benar-benar baru dan sesuai standar. Pasalnya, biaya yang dibayarkan disebut setara dengan harga komponen baru, sementara daya tahan hasil perbaikan hanya bertahan satu hingga dua bulan.

BACA JUGA:  Kejati Kepri Gelar “OM Jak Menjawab”, Edukasi Warga Soal Cara Kerja Luar Negeri Aman dan Antisipasi TPPO

“Kalau memang barangnya baru dan berkualitas, kenapa selalu kembali rusak dengan masalah yang sama? Sudah diservis berkali-kali, tapi penyakitnya tidak pernah sembuh,” katanya.

Karena merasa tidak mendapatkan kepastian penyelesaian yang benar-benar tuntas, sempat terjadi perdebatan antara DO dan pihak kios. Ia akhirnya memutuskan untuk mengambil kembali ponselnya.

DO berharap ada perhatian dan pengecekan dari pihak berwenang terhadap kualitas barang servis yang digunakan, agar konsumen mendapatkan pelayanan yang transparan dan profesional. Menurutnya, jika kerusakan yang sama terus berulang dalam waktu relatif singkat, wajar apabila publik mempertanyakan kualitas suku cadang maupun standar pengerjaan yang diterapkan.

Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari pihak pemilik kios terkait keluhan tersebut.

HUKUM & KRIMINAL

Kasus dugaan ujaran kebencian yang menyeret nama Raja Situmorang menjadi perhatian publik di Kota Batam dan Kepulauan Riau dalam beberapa hari terakhir. Perkara tersebut mencuat setelah komentar yang diduga ditulis melalui akun media sosial Facebook dianggap menghina dan menyinggung masyarakat Melayu, sehingga memicu reaksi luas dari berbagai elemen masyarakat serta lembaga adat.