Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
HUKUM & KRIMINALNASIONALPEMERINTAHAN

Utang Proyek 2025 Belum Dibayar, Kontraktor Lingga Tercekik, Kapan Pemkab Melunasi?

Avatar photo
92
×

Utang Proyek 2025 Belum Dibayar, Kontraktor Lingga Tercekik, Kapan Pemkab Melunasi?

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi aktivitas proyek pembangunan di Kabupaten Lingga yang terdampak tunda bayar anggaran Tahun 2025.

TINTAJURNALISNEWS –Persoalan tunda bayar anggaran proyek Tahun Anggaran 2025 di Kabupaten Lingga hingga kini masih menjadi perhatian. Sejumlah kontraktor yang telah menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak mengaku belum menerima pelunasan pembayaran dari Pemerintah Kabupaten Lingga.

Kondisi tersebut dinilai berdampak besar terhadap keberlangsungan usaha para penyedia jasa konstruksi. Selain mengalami kesulitan arus kas, sebagian kontraktor disebut masih memiliki kewajiban membayar pemasok material, melunasi upah pekerja, serta menyelesaikan berbagai kewajiban operasional lainnya yang tertunda akibat belum cairnya sisa pembayaran proyek.

Di kalangan kontraktor, persoalan ini dikenal sebagai tunda bayar, yang disebut terjadi karena keterbatasan kondisi keuangan daerah. Namun hingga kini, belum ada kepastian mengenai kapan seluruh kewajiban pembayaran tersebut akan diselesaikan.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

đŸ‘‰ Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

Muncul pula pertanyaan mengenai kepastian hukum dalam mekanisme pembayaran proyek pemerintah. Selama ini, kontraktor yang terlambat menyelesaikan pekerjaan dapat dikenakan sanksi berupa denda sesuai ketentuan yang berlaku.

Sebaliknya, ketika pembayaran dari pemerintah mengalami keterlambatan, sejumlah pihak mempertanyakan apakah terdapat mekanisme pertanggungjawaban atau konsekuensi yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Selain itu, masyarakat juga berharap DPRD Kabupaten Lingga dapat menjalankan fungsi pengawasan serta mendorong lahirnya solusi agar persoalan tunda bayar ini segera diselesaikan. Pasalnya, keterlambatan pembayaran dinilai tidak hanya berdampak kepada kontraktor, tetapi juga berpotensi memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat secara lebih luas.

Apabila persoalan pembayaran proyek Tahun Anggaran 2025 belum juga terselesaikan, dikhawatirkan akan memengaruhi kepercayaan pelaku usaha terhadap proyek pemerintah, memperlambat perputaran ekonomi daerah, hingga berdampak pada kesempatan kerja di Kabupaten Lingga.

Pemerintah Kabupaten Lingga diharapkan segera memberikan penjelasan resmi terkait penyebab tunda bayar, skema penyelesaian, serta jadwal pelunasan kepada para kontraktor. Kepastian tersebut dinilai penting agar dunia usaha kembali memperoleh kepercayaan dan roda perekonomian daerah dapat berjalan secara normal.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Lingga mengenai jadwal penyelesaian seluruh kewajiban pembayaran proyek Tahun Anggaran 2025. TJN akan terus berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak terkait dan menyajikan perkembangan informasi selanjutnya secara berimbang.

[Suryadi]

HUKUM & KRIMINAL

Ketua Gerakan Anak Melayu Negeri Riau (GAMNR), Said Ahmad Syukri atau yang akrab disapa SAS Jhoni, memilih turun langsung ke lapangan dengan menginap di kawasan The Residence Bintan pada Sabtu hingga Minggu (11–12 Juli 2026). Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan secara langsung kondisi di lokasi setelah organisasi yang dipimpinnya melaporkan dugaan persoalan saluran di kawasan resort tersebut kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Kepulauan Riau.

HUKUM & KRIMINAL

Dugaan aktivitas penambangan pasir darat ilegal di Kampung Banjar, Galang Batang, Teluk Bakau, kawasan sebelum tower, Kabupaten Bintan, kembali menjadi sorotan publik. Aktivitas yang menurut keterangan warga telah berlangsung cukup lama itu disebut masih terus beroperasi. Di tengah dugaan tersebut, masyarakat mulai mempertanyakan belum adanya tindakan maupun penjelasan resmi dari aparat penegak hukum. Pertanyaan yang kini ramai terdengar di tengah warga pun sederhana, namun menggelitik, “Kok polisi diam, ada apa?”