Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
HUKUM & KRIMINALNASIONAL

Bahlil Minta Kapolri Tindak Tegas Penimbun BBM Subsidi

Avatar photo
72
×

Bahlil Minta Kapolri Tindak Tegas Penimbun BBM Subsidi

Sebarkan artikel ini
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meminta polisi menindak tegas dugaan penyalahgunaan BBM subsidi.

TINTAJURNALISNEWS —Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menindak tegas pihak-pihak yang diduga menimbun dan menyalahgunakan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi untuk kemudian dijual kembali dengan harga industri.

Bahlil menyoroti praktik penyalahgunaan solar subsidi yang dinilai merugikan masyarakat dan berpotensi mengganggu distribusi BBM bagi mereka yang berhak menerima.

Menurut Bahlil, persoalan antrean panjang di sejumlah tempat pengisian BBM tidak selalu disebabkan oleh keterbatasan stok. Ia menyebut, masih ada oknum yang diduga memanfaatkan BBM subsidi untuk memperoleh keuntungan pribadi.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

“Di beberapa tempat stok BBM-nya ada, tapi antreannya panjang. Ada saudara-saudara kita yang perilakunya tidak berubah. Yang antre mobil Pajero atau mobil yang tangkinya sudah dimodifikasi, mengambil minyak subsidi, kemudian dijual kembali,” ujar Bahlil dalam keterangannya.

Bahlil pun meminta aparat kepolisian tidak ragu mengambil tindakan hukum terhadap pelaku yang terbukti melakukan penimbunan dan penyalahgunaan BBM bersubsidi.

Ia menegaskan, solar subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat dan sektor yang berhak tidak boleh dialihkan untuk kepentingan bisnis dengan harga industri.

“Pak Kapolri, kalau begini ditindak saja, Pak, diproses hukum,” tegasnya.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meminta polisi menindak tegas dugaan penyalahgunaan BBM subsidi.

Bahlil juga menyinggung dugaan praktik penyalahgunaan solar subsidi di Makassar. Ia mencontohkan adanya mobil berukuran besar, termasuk jenis Pajero, yang diduga telah dimodifikasi dengan penambahan kapasitas tangki untuk menampung BBM dalam jumlah besar.

Menurut Bahlil, kapasitas penampungan tersebut disebut dapat mencapai 700 hingga 1.000 liter. BBM yang diperoleh melalui pembelian solar subsidi itu diduga kemudian dijual kembali dengan harga industri.

“Di Makassar itu contoh, mobil-mobil bagus Pajero, tapi mereka membikin tangki di belakang sampai menampung 700 liter sampai 1.000 liter. Itu artinya apa? Mereka menampung, kemudian dijual lagi,” ungkapnya.

Dugaan praktik tersebut menjadi perhatian karena BBM subsidi merupakan barang yang penyalurannya diatur pemerintah agar tepat sasaran. Apabila disalahgunakan untuk mencari keuntungan, masyarakat yang berhak berpotensi dirugikan.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meminta polisi menindak tegas dugaan penyalahgunaan BBM subsidi.

Pernyataan Bahlil menjadi sorotan di tengah upaya pemerintah menjaga distribusi BBM bersubsidi agar tidak disalahgunakan. Penindakan terhadap dugaan penimbunan dan penjualan kembali BBM subsidi diharapkan dapat memberikan efek jera sekaligus menjaga ketersediaan pasokan bagi masyarakat.

Meski demikian, dugaan penyalahgunaan yang disampaikan tersebut tetap perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan dan penyelidikan aparat penegak hukum untuk memastikan fakta, pihak yang terlibat, serta unsur pelanggaran yang terjadi.