Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
NASIONAL

Tanggapan Mantan Anggota DPR Kepri Soal Penambangan Pasir Ilegal di Bintan: “Kasihan Para Pekerja Jadi Korban, DPRD Harus Segera Bertindak”

Avatar photo
246
×

Tanggapan Mantan Anggota DPR Kepri Soal Penambangan Pasir Ilegal di Bintan: “Kasihan Para Pekerja Jadi Korban, DPRD Harus Segera Bertindak”

Sebarkan artikel ini
,"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["picsart"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"transform":1},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false,"used_sources":{"version":1,"sources":[{"id":"329101804055201","type":"ugc"}]}}

Foto Ilustrasi Tinta Jurnalis News

TintaJurnalisNews –Aktivitas penambangan pasir ilegal di wilayah Kabupaten Bintan Kepulauan Riau yang terus-menerus beroperasi secara buka-tutup selama bertahun-tahun kembali mendapat sorotan.

Mantan anggota DPR Kepri, JC, memberikan tanggapan melalui Grup Sahabat Tinta Jurnalis News pada Kamis malam, 17 Oktober. Menurutnya, para pekerja tambang yang bekerja di sektor ini justru menjadi korban, padahal mereka hanya mencari nafkah.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

“Kasihan para pekerja di tambang yang disebut liar dan ilegal itu. Mereka tidak tahu apa-apa, hanya bekerja untuk mendapat upah guna menafkahi keluarga. Kita tidak bisa menutup mata, daerah juga sangat membutuhkan pasir untuk kebutuhan lokal. Kalau kita terus mengimpor dari luar, bagaimana?” ujar JC.

BACA JUGA:  Menko Polkam Tinjau SRMA 31 Pekanbaru, Pastikan Program Sekolah Rakyat Berjalan Efektif

JC menilai bahwa seharusnya DPRD Kabupaten Bintan bersama instansi terkait segera mengambil tindakan tegas terkait persoalan ini. Menurutnya, perlu ada aturan yang jelas untuk memberikan izin legal bagi penambangan pasir lokal.

“Saya pribadi masih bingung dengan sistem koordinasi dalam penambangan pasir lokal ini. Sebenarnya, instansi mana yang berhak mengurus hal ini, dan koordinasi itu dengan siapa? Aneh rasanya, sistem pemerintahan kita di daerah ini,” lanjutnya.

Ia juga mempertanyakan proses koordinasi yang dilakukan terkait penambangan pasir ilegal ini. Menurut JC, sudah ada instansi yang seharusnya mengurus pertambangan, namun masih terlihat ada kekosongan regulasi yang mengakibatkan kekacauan dalam penerapannya.

“Saran saya, DPRD Kabupaten Bintan harus segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) dan menetapkan Peraturan Daerah (Perda) terkait penambangan pasir lokal. Terlihat ada pihak yang bermain di ranah ini, sementara yang menjadi korban adalah para pekerja harian yang tidak tahu-menahu,” tegas JC.

BACA JUGA:  Kapolri Terima Audiensi Ketua Umum DPN FKN, Bahas Komitmen Jaga Kerukunan di Tengah Keberagaman

(YD)

NASIONAL

Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Haji dan Umrah, Wakil Menteri Haji dan Umrah, Ketua Pengawas Haji, serta pimpinan Komisi VIII DPR RI di kediamannya di Hambalang, Jawa Barat, pada Rabu (17/6/2026).
Berdasarkan informasi yang disampaikan melalui akun resmi Sekretariat Kabinet Republik Indonesia (Setkab RI), pertemuan tersebut membahas laporan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 yang secara umum dinilai berjalan baik, lancar, tertib, serta semakin memberikan kemudahan bagi jemaah Indonesia.