Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
NASIONAL

GAMNR & GERAM KEPRI Desak PT. MKP Angkat Kaki dari Pelabuhan, Soroti Dugaan Pungli dan Layanan Buruk

Avatar photo
175
×

GAMNR & GERAM KEPRI Desak PT. MKP Angkat Kaki dari Pelabuhan, Soroti Dugaan Pungli dan Layanan Buruk

Sebarkan artikel ini
{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["picsart"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":false,"containsFTESticker":false,"used_sources":{"version":1,"sources":[{"id":"349538621087201","type":"ugc"}]}}
Said Ahmad Syukri, Ketua GAMNR & Ketua Umum GERAM Kepri, Aryandi

TINTAJURNALISNEWS —Dua organisasi masyarakat di Provinsi Kepulauan Riau, yakni Gerakan Anak Melayu Negeri Riau (GAMNR) dan Generasi Anak Melayu (GERAM) Kepri, menyuarakan penolakan keras terhadap keberadaan PT. Maju Karya Perkasa (MKP) selaku pengelola sistem e-ticketing di pelabuhan-pelabuhan wilayah Kepri.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul sejumlah keluhan masyarakat dan laporan media yang menyebutkan buruknya pelayanan sistem e-ticketing serta dugaan adanya pungutan liar (pungli) di lapangan. Hal ini bahkan turut diperkuat oleh pernyataan pihak otoritas pelabuhan (KSOP) yang menyebut layanan PT. MKP tidak berjalan optimal.

“PT. MKP tidak membawa manfaat bagi masyarakat. Tidak ada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), malah muncul celah pungli dan layanan publik jadi lebih buruk. Ini bukan pelayanan, tapi pemalakan terselubung,” ujar Said Ahmad Syukri, Ketua GAMNR.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru
BACA JUGA:  Dandim 1310/Bitung dan Forkopimda Sambut Kapal Pesiar Dunia Queen Mary 2, Pariwisata Bitung Kian Mendunia

Ketua Umum GERAM Kepri, Aryandi, juga menyuarakan hal senada. Ia menilai pelabuhan rakyat seharusnya menjadi fasilitas publik yang bebas dari kepentingan korporasi yang tidak transparan.

“Kami tak ingin pelabuhan rakyat dijadikan ATM pihak swasta yang tidak bertanggung jawab. Kontrak dengan PT. MKP harus segera dihentikan,” tegas Aryandi.

Tiga Tuntutan Utama GAMNR & GERAM KEPRI:

• Pemprov Kepri dan Dinas Perhubungan diminta segera mengakhiri kerja sama dengan PT. MKP dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan e-ticketing.

• Aparat Penegak Hukum (APH), termasuk Polri, Kejaksaan, dan KPK, diminta menyelidiki potensi pungli dan aliran dana dari sistem e-ticketing kepada oknum tertentu.

• Pengelolaan e-ticketing ke depan diharapkan dijalankan secara transparan oleh pemerintah atau BUMD, bukan oleh pihak swasta yang tidak memberikan kontribusi nyata bagi publik.

BACA JUGA:  Dilantik Prabowo, Juda Agung Dorong Koordinasi Lintas Sektor Demi Pertumbuhan Ekonomi

Kedua organisasi tersebut menegaskan bahwa sistem yang tidak berpihak pada kepentingan rakyat hanya akan memperparah beban ekonomi masyarakat, khususnya pengguna jasa transportasi laut.

“Kami beri ultimatum moral: Jika tidak ada tindakan nyata dari pemerintah dan penegak hukum dalam waktu dekat, kami akan turun langsung ke pelabuhan-pelabuhan untuk menyuarakan penolakan!” tegas pernyataan resmi bersama GAMNR dan GERAM KEPRI.

Mereka juga menyatakan siap mengawal proses hukum dan kebijakan terkait pengelolaan pelabuhan ini hingga tuntas, demi menjamin hak masyarakat atas pelayanan publik yang adil dan bebas dari praktik rente.

NASIONAL

Kapolri Listyo Sigit Prabowo menegaskan pentingnya sinergisitas seluruh elemen bangsa dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Hal ini disampaikannya saat menghadiri sekaligus membuka Muktamar XIV Pemuda Persatuan Islam (PERSIS) di Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (25/4/2026).

Link WhatsApp Klik untuk chat WhatsApp