Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Example floating
Example floating
NASIONAL

Geram Kepri dan GAMNR Tanjungpinang Nyatakan Penolakan Terbuka Terhadap Usulan Dato’ Endi Maulidi sebagai Ketua Hulubalang LAM Kepri  

Avatar photo
52
×

Geram Kepri dan GAMNR Tanjungpinang Nyatakan Penolakan Terbuka Terhadap Usulan Dato’ Endi Maulidi sebagai Ketua Hulubalang LAM Kepri  

Sebarkan artikel ini
{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["picsart"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":false,"containsFTESticker":false,"used_sources":{"version":1,"sources":[{"id":"349538621087201","type":"ugc"},{"id":"436809012083211","type":"ugc"}]}}
Picsart-24-03-26-04-51-32-353
Geram Kepri dan GAMNR Tanjungpinang

TINTAJURNALISNEWS —Suasana internal komunitas adat Melayu di Kepulauan Riau kembali menghangat setelah dua organisasi kepemudaan Melayu, yakni Generasi Anak Melayu Kepulauan Riau (Geram Kepri) dan Gerakan Anak Melayu Negeri Riau (GAMNR) Tanjungpinang, menyampaikan sikap tegas menolak pencalonan Dato’ Endi Maulidi sebagai Ketua Hulubalang Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Riau.

Pernyataan sikap itu disampaikan secara resmi oleh Geram Kepri yang dipimpin Aryandi, S.E, bersama GAMNR Tanjungpinang yang dipimpin Sasjoni. Keduanya menegaskan bahwa penolakan tersebut bukan didasari kepentingan personal, melainkan berlandaskan prinsip marwah, kelayakan, rekam jejak, serta kepatutan dalam tatanan adat Melayu.

Dalam keterangan resmi yang diterima, kedua organisasi menyatakan bahwa posisi Hulubalang memiliki nilai kehormatan yang tinggi dan tidak bisa diberikan tanpa memperhatikan nilai-nilai adat yang berlaku.

Mereka menegaskan bahwa Geram Kepri dan GAMNR menolak secara tegas apabila Dato’ Endi Maulidi diusulkan atau ditetapkan sebagai Ketua Hulubalang LAM Kepri. “Penolakan ini adalah bentuk tanggung jawab kami sebagai Anak Melayu menjaga marwah adat,” demikian garis besar pernyataan sikap mereka.

Kedua organisasi tersebut juga meminta Ketua LAM Provinsi Kepulauan Riau untuk mempertimbangkan kembali proses dan keputusan terkait pencalonan Ketua Hulubalang.

Mereka mengingatkan bahwa keputusan yang diambil harus mengutamakan keharmonisan sosial, agar tidak memunculkan kegelisahan atau gejolak di tengah masyarakat. “Keputusan yang menyangkut adat tidak boleh diambil tergesa-gesa. Dampak sosialnya harus diperhitungkan demi menjaga kondusivitas di Tanjungpinang dan Kepulauan Riau,” demikian penyampaian dalam pernyataan tersebut.

Dalam pernyataannya, Geram Kepri dan GAMNR menyinggung bahwa selama ini Anak Melayu memilih diam ketika gelar adat diberikan kepada sejumlah pejabat tanpa melalui musyawarah mufakat sebagaimana lazimnya adat Melayu ditegakkan.

Namun, menurut mereka, persoalan Hulubalang adalah persoalan marwah dan tidak bisa dipandang sebagai bagian dari seremoni semata. “Untuk urusan marwah, kami tidak dapat lagi berdiam diri,” tegas mereka.

Dalam penutup pernyataannya, kedua organisasi Melayu ini menyebut akan mengambil langkah lebih tegas apabila suara mereka diabaikan oleh pihak LAM Kepri.

Mereka menegaskan bahwa perjuangan yang dilakukan bukanlah bentuk ancaman, tetapi panggilan adat untuk menjaga harga diri dan warisan budaya Melayu. “Jika aspirasi kami tidak didengarkan, kami akan berdiri, bersuara, dan melawan demi tegaknya marwah Melayu,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

 

 

 

Example 120x600
HUKUM & KRIMINAL

Setelah HD dan OFO sebelumnya ramai diperbincangkan, kini hadir tiga nama baru: PSG, UFO Mind, dan UFO Bold semuanya ditemukan beredar luas tanpa pita cukai resmi, dan dijual terang-terangan di berbagai wilayah.

Situasi ini menciptakan satu pertanyaan besar yang terus mengendap di benak publik: “Mengapa mafia rokok ilegal tampak lebih terorganisir, lebih berani, dan lebih stabil dibanding negara?”

NASIONAL

Presiden Prabowo Subianto menghadiri puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Partai Golkar yang mengusung tema “Doa untuk Bangsa” di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (5/12/2025). Dalam acara tersebut, dipanjatkan doa bagi Bangsa Indonesia, termasuk secara khusus bagi masyarakat yang tengah terdampak bencana alam di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.