Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
NASIONAL

Geram Kepri dan GAMNR Tanjungpinang Nyatakan Penolakan Terbuka Terhadap Usulan Dato’ Endi Maulidi sebagai Ketua Hulubalang LAM Kepri  

Avatar photo
343
×

Geram Kepri dan GAMNR Tanjungpinang Nyatakan Penolakan Terbuka Terhadap Usulan Dato’ Endi Maulidi sebagai Ketua Hulubalang LAM Kepri  

Sebarkan artikel ini
,"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["picsart"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":false,"containsFTESticker":false,"used_sources":{"version":1,"sources":[{"id":"349538621087201","type":"ugc"},{"id":"436809012083211","type":"ugc"}]}}
Geram Kepri dan GAMNR Tanjungpinang

TINTAJURNALISNEWS —Suasana internal komunitas adat Melayu di Kepulauan Riau kembali menghangat setelah dua organisasi kepemudaan Melayu, yakni Generasi Anak Melayu Kepulauan Riau (Geram Kepri) dan Gerakan Anak Melayu Negeri Riau (GAMNR) Tanjungpinang, menyampaikan sikap tegas menolak pencalonan Dato’ Endi Maulidi sebagai Ketua Hulubalang Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Riau.

Pernyataan sikap itu disampaikan secara resmi oleh Geram Kepri yang dipimpin Aryandi, S.E, bersama GAMNR Tanjungpinang yang dipimpin Sasjoni. Keduanya menegaskan bahwa penolakan tersebut bukan didasari kepentingan personal, melainkan berlandaskan prinsip marwah, kelayakan, rekam jejak, serta kepatutan dalam tatanan adat Melayu.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

Dalam keterangan resmi yang diterima, kedua organisasi menyatakan bahwa posisi Hulubalang memiliki nilai kehormatan yang tinggi dan tidak bisa diberikan tanpa memperhatikan nilai-nilai adat yang berlaku.

BACA JUGA:  Perjudian Gelanggang Ayam dan Cingkoko di KM 15 Air Raja, Polisi Tanjungpinang Diharapkan Bertindak

Mereka menegaskan bahwa Geram Kepri dan GAMNR menolak secara tegas apabila Dato’ Endi Maulidi diusulkan atau ditetapkan sebagai Ketua Hulubalang LAM Kepri. “Penolakan ini adalah bentuk tanggung jawab kami sebagai Anak Melayu menjaga marwah adat,” demikian garis besar pernyataan sikap mereka.

Kedua organisasi tersebut juga meminta Ketua LAM Provinsi Kepulauan Riau untuk mempertimbangkan kembali proses dan keputusan terkait pencalonan Ketua Hulubalang.

Mereka mengingatkan bahwa keputusan yang diambil harus mengutamakan keharmonisan sosial, agar tidak memunculkan kegelisahan atau gejolak di tengah masyarakat. “Keputusan yang menyangkut adat tidak boleh diambil tergesa-gesa. Dampak sosialnya harus diperhitungkan demi menjaga kondusivitas di Tanjungpinang dan Kepulauan Riau,” demikian penyampaian dalam pernyataan tersebut.

BACA JUGA:  Jaksa Agung Lantik JAMBIN dan Empat Staf Ahli, Tekankan Profesionalisme dan Integritas

Dalam pernyataannya, Geram Kepri dan GAMNR menyinggung bahwa selama ini Anak Melayu memilih diam ketika gelar adat diberikan kepada sejumlah pejabat tanpa melalui musyawarah mufakat sebagaimana lazimnya adat Melayu ditegakkan.

Namun, menurut mereka, persoalan Hulubalang adalah persoalan marwah dan tidak bisa dipandang sebagai bagian dari seremoni semata. “Untuk urusan marwah, kami tidak dapat lagi berdiam diri,” tegas mereka.

Dalam penutup pernyataannya, kedua organisasi Melayu ini menyebut akan mengambil langkah lebih tegas apabila suara mereka diabaikan oleh pihak LAM Kepri.

Mereka menegaskan bahwa perjuangan yang dilakukan bukanlah bentuk ancaman, tetapi panggilan adat untuk menjaga harga diri dan warisan budaya Melayu. “Jika aspirasi kami tidak didengarkan, kami akan berdiri, bersuara, dan melawan demi tegaknya marwah Melayu,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

BACA JUGA:  Isu Dugaan Kongkalikong Dana Pokir Disulap Jadi 'Fee' Media, Datok Agus: Ini Adalah Pengkhianatan Terhadap Amanah Rakyat!

 

 

 

NASIONAL

Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Haji dan Umrah, Wakil Menteri Haji dan Umrah, Ketua Pengawas Haji, serta pimpinan Komisi VIII DPR RI di kediamannya di Hambalang, Jawa Barat, pada Rabu (17/6/2026).
Berdasarkan informasi yang disampaikan melalui akun resmi Sekretariat Kabinet Republik Indonesia (Setkab RI), pertemuan tersebut membahas laporan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 yang secara umum dinilai berjalan baik, lancar, tertib, serta semakin memberikan kemudahan bagi jemaah Indonesia.