Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
NASIONAL

Prabowo Bahas Posbankum, Rehabilitasi Narkotika hingga Penguatan Generasi Muda di Istana

Avatar photo
29
×

Prabowo Bahas Posbankum, Rehabilitasi Narkotika hingga Penguatan Generasi Muda di Istana

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto saat berdiskusi di Istana Merdeka, Jakarta.

TINTAJURNALISNEWS —Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto berdiskusi bersama sejumlah menteri dan pimpinan lembaga di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (29/9/2026). Sejumlah persoalan strategis menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut, mulai dari penguatan akses bantuan hukum, penanganan narkotika, hingga upaya membangun lingkungan yang mendukung tumbuh kembang generasi muda.

Berdasarkan keterangan resmi pemerintah, pertemuan tersebut dihadiri Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto, Wakil Menteri Kesehatan Prof. Dante Saksono Harbuwono, Kepala BRIN Arif Satria, Kepala BNN Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Salah satu pembahasan berkaitan dengan penguatan Pusat Bantuan Hukum Kementerian Hukum melalui Pos Bantuan Hukum (Posbankum) yang saat ini disebut telah terbentuk di sekitar 83.960 desa dan kelurahan di seluruh Indonesia.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

Pemerintah menyebut keberadaan Posbankum telah menjadi salah satu instrumen untuk memperluas akses masyarakat terhadap penyelesaian persoalan hukum, terutama melalui mekanisme penyelesaian di luar proses peradilan.

Dari sekitar 16.000 aduan yang masuk, pemerintah menyampaikan sekitar 14.000 kasus dapat diselesaikan melalui mediasi dan pendekatan restorative justice. Penyelesaian tersebut membuat perkara tidak harus seluruhnya berlanjut ke proses peradilan.

Presiden Prabowo Subianto saat berdiskusi di Istana Merdeka, Jakarta.

Menurut keterangan pemerintah, mekanisme tersebut juga memiliki potensi efisiensi anggaran negara. Dari penyelesaian perkara melalui mediasi dan restorative justice itu, potensi penghematan anggaran disebut dapat mencapai sekitar Rp1,2 triliun.

Selain persoalan akses keadilan, perhatian dalam pertemuan juga diarahkan pada kondisi generasi muda. Pemerintah menekankan pentingnya membangun lingkungan pendidikan, kesehatan, dan sosial yang mampu mendukung anak-anak muda agar tumbuh menjadi generasi yang sehat, produktif, serta memiliki daya saing.

Persoalan narkotika juga menjadi bagian dari pembahasan. Pemerintah mendorong penguatan program rehabilitasi bagi pengguna narkotika, termasuk terhadap mereka yang saat ini berada di dalam lembaga pemasyarakatan.

Langkah tersebut berkaitan pula dengan persoalan kelebihan kapasitas penghuni lembaga pemasyarakatan. Pemerintah akan mengoordinasikan langkah bersama untuk merumuskan kebijakan rehabilitasi yang dinilai dapat menjadi bagian dari upaya penanganan persoalan tersebut.

Dalam pertemuan itu, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya kementerian dan lembaga terus melakukan pembenahan serta menjaga penyelenggaraan pemerintahan yang bersih.

Pesan tersebut menjadi bagian dari perhatian pemerintah terhadap pembenahan tata kelola sekaligus penguatan berbagai sektor yang berkaitan langsung dengan masyarakat.

Sebagaimana disampaikan dalam narasi resmi pemerintah, menjaga generasi muda bukan semata-mata menyiapkan masa depan, tetapi memastikan masa depan tersebut memiliki ruang untuk tumbuh secara sehat, aman, dan produktif.

Indonesia yang kuat, sebagaimana ditekankan dalam narasi tersebut, membutuhkan generasi yang kuat.