Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
NASIONAL

Pertemuan Penyaluran BBM Subsidi di Muara Kintap Diwarnai Beragam Aspirasi, Transparansi Data Jadi Sorotan

Avatar photo
48
×

Pertemuan Penyaluran BBM Subsidi di Muara Kintap Diwarnai Beragam Aspirasi, Transparansi Data Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
Suasana pertemuan nelayan, pemerintah, dan pemangku kepentingan di Pelabuhan Perikanan Muara Kintap membahas penyaluran BBM subsidi dan perizinan kapal perikanan [Dok: Tim]

TINTAJURNALISNEWS –Persoalan penyaluran BBM subsidi bagi nelayan di Muara Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, kembali menjadi perhatian setelah berlangsungnya pertemuan antara sejumlah pihak terkait di Pelabuhan Perikanan Muara Kintap, Senin (23/6/2026).

Berdasarkan dokumentasi, rekaman, dan keterangan yang diterima redaksi dari tim di lapangan, pertemuan tersebut dihadiri perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan, DKP Kabupaten Tanah Laut, aparat kepolisian, unsur Syahbandar, Pemerintah Desa Muara Kintap, pengelola SPBU AKR, serta para nelayan.

Forum yang digelar untuk membahas penyaluran BBM subsidi dan perizinan kapal perikanan itu berlangsung dinamis. Sejumlah nelayan menyampaikan berbagai aspirasi dan keluhan terkait akses terhadap BBM subsidi yang selama ini mereka terima.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

Dalam forum tersebut, muncul pembahasan mengenai perbedaan antara jumlah rekomendasi BBM subsidi yang diterbitkan dengan realisasi penyaluran yang diterima sebagian nelayan. Kondisi tersebut memunculkan berbagai pertanyaan dari peserta rapat mengenai mekanisme distribusi dan pendataan penerima manfaat.

Kepala Desa Muara Kintap, Yuliardi, dalam kesempatan itu juga menyampaikan harapannya agar pemerintah desa dapat lebih dilibatkan dalam proses koordinasi dan penyampaian informasi terkait penyaluran BBM subsidi. Menurutnya, keterbukaan data menjadi penting agar pemerintah desa dapat mengetahui perkembangan penyaluran yang menyangkut masyarakat di wilayahnya.

Selain itu, beberapa nelayan turut menyampaikan pengalaman mereka terkait proses pengurusan dokumen kapal dan rekomendasi BBM subsidi. Berbagai masukan tersebut kemudian menjadi bahan diskusi dan klarifikasi antara peserta yang hadir dalam pertemuan.

Berdasarkan dokumen yang diterima redaksi, pertemuan tersebut juga berkaitan dengan upaya memberikan penjelasan terhadap berbagai informasi yang berkembang di tengah masyarakat mengenai penyaluran BBM subsidi bagi nelayan di Muara Kintap.

Sejumlah peserta rapat menilai bahwa transparansi data penerima, jumlah kuota yang direkomendasikan, serta realisasi penyaluran BBM subsidi merupakan langkah penting untuk menghindari kesalahpahaman dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program subsidi pemerintah.

Masyarakat berharap hasil pertemuan tersebut dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi yang lebih baik antarinstansi serta keterbukaan informasi kepada publik. Dengan demikian, penyaluran BBM subsidi bagi nelayan dapat berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran.

Hingga saat ini, berbagai pihak terkait diharapkan dapat terus membangun komunikasi yang konstruktif guna menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang di tengah masyarakat sekaligus memastikan pelayanan kepada nelayan berjalan secara optimal dan transparan.

HUKUM & KRIMINAL

Aksi brutal yang diduga dilakukan seorang “koboi jalanan” di Kota Palembang kini menjadi sorotan. Seorang warga bernama Lilianto Apriadi harus menjalani operasi setelah diduga ditembak di bagian perut usai menegur pengendara motor yang melaju secara ugal-ugalan di Jalan Panca Usaha, Kecamatan Seberang Ulu I (SU I), pada 23 Juni 2026 lalu.

NASIONAL

Komitmen menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bebas dari penyalahgunaan sarana komunikasi terus diperkuat oleh Lapas Kelas IIA Batam. Salah satu langkah nyata tersebut diwujudkan melalui inovasi SI OMEGA (Sistem Optimalisasi Monitoring Evaluasi Garda Aman) yang digagas oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Batam, Andre Silalahi.