Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
PariwisataPEMERINTAHAN

Pemprov Kepri Perkuat Strategi Pariwisata Hadapi Dampak Geopolitik Global 2026

Avatar photo
62
×

Pemprov Kepri Perkuat Strategi Pariwisata Hadapi Dampak Geopolitik Global 2026

Sebarkan artikel ini
Wakil Gubernur Kepri memimpin rakor pariwisata di Graha Kepri Batam Centre membahas dampak geopolitik global terhadap sektor wisata

TINTAJURNALISNEWS –Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau terus memperkuat strategi sektor pariwisata agar tetap tangguh menghadapi dinamika geopolitik global yang berpotensi mempengaruhi pergerakan wisatawan.

Berdasarkan informasi resmi yang dihimpun, Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektoral bidang pariwisata di Graha Kepri, Batam Centre, Selasa (21/4/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema “Menjaga Stabilitas dan Kondusif Pariwisata di Kepulauan Riau di Tengah Konflik Geopolitik Global.”

Dalam arahannya, Wagub menekankan bahwa sektor pariwisata merupakan salah satu bidang yang paling terdampak oleh perubahan situasi global. Ketegangan di kawasan Timur Tengah, termasuk konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel, serta isu penutupan Selat Hormuz, dinilai turut mempengaruhi sistem transportasi internasional.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru
BACA JUGA:  TP-PKK Batam Sambut Hari Ibu 2025 dengan Silaturahmi dan Kepedulian Sosial di Wilayah Pesisir

Kondisi tersebut berdampak pada perubahan rute penerbangan hingga meningkatnya biaya operasional maskapai, yang pada akhirnya berpotensi memengaruhi konektivitas dan mobilitas wisatawan menuju berbagai destinasi, termasuk Kepulauan Riau.

Meski kontribusi wisatawan dari kawasan Timur Tengah relatif kecil, pemerintah daerah tetap memandangnya sebagai bagian strategis dalam peta pariwisata internasional. Sementara itu, pasar utama Kepri masih didominasi wisatawan dari kawasan ASEAN seperti Singapura dan Malaysia, serta negara lain seperti China dan India.

Di sisi lain, kinerja sektor pariwisata Kepri sepanjang 2025 tercatat masih menunjukkan tren positif. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan wisatawan mancanegara mencapai sekitar 2,08 juta orang, dengan total pergerakan wisatawan mencapai lebih dari 4,32 juta orang.

BACA JUGA:  Kasus 2 Ton Sabu, Persidangan Fandi Ramadhan Berlanjut di Pengadilan Negeri Batam

Untuk menjaga momentum tersebut, Pemprov Kepri mendorong sejumlah langkah strategis, di antaranya optimalisasi penggunaan autogate pada layanan keimigrasian serta penguatan kebijakan Visa on Arrival guna mempermudah akses masuk wisatawan asing. Selain itu, pengembangan potensi sport tourism dan marine tourism juga menjadi perhatian sebagai keunggulan daerah kepulauan.

Pemerintah daerah pun optimistis target kunjungan wisatawan sebesar 2,7 juta pada tahun 2026 dapat tercapai melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan.

Rakor tersebut juga diisi dengan berbagai masukan dari para peserta guna memastikan stabilitas kunjungan wisata, baik dari sisi jumlah maupun durasi tinggal wisatawan di Kepri. Kegiatan turut melibatkan unsur pemerintah pusat dan pelaku industri pariwisata, termasuk partisipasi Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Kementerian Pariwisata RI yang mengikuti secara daring.