Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
NASIONAL

Pemerintah Tingkatkan Bedah Rumah Jadi 400 Ribu Unit, UMKM Lokal Ikut Diberdayakan

Avatar photo
112
×

Pemerintah Tingkatkan Bedah Rumah Jadi 400 Ribu Unit, UMKM Lokal Ikut Diberdayakan

Sebarkan artikel ini
Menteri PKP Maruarar Sirait melaporkan peningkatan program bedah rumah dan pemberdayaan UMKM lokal kepada Presiden Prabowo Subianto.

TINTAJURNALISNEWS –Pemerintah terus memperkuat program perumahan nasional melalui peningkatan jumlah bantuan bedah rumah, perluasan akses rumah subsidi, serta pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui penggunaan produk bahan bangunan lokal.

Hal tersebut disampaikan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (26/10/2026).

Dalam laporannya, Maruarar mengungkapkan bahwa program bedah rumah mengalami peningkatan signifikan. Jika pada tahun sebelumnya pemerintah menyediakan bantuan untuk 45 ribu rumah, pada 2026 jumlahnya ditingkatkan menjadi 400 ribu rumah.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

“Ini bagian program yang dibuat oleh negara, Presiden Prabowo itu, tahun lalu itu kita ada 45 ribu bedah rumah. Tahun ini ditingkatkan luar biasa menjadi 400 ribu rumah,” ungkap Maruarar.

Peningkatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak sekaligus meningkatkan kualitas tempat tinggal, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan perbaikan rumah.

Selain program bedah rumah, pemerintah juga terus mendorong perluasan kepemilikan rumah melalui program rumah subsidi dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Skema ini diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh hunian dengan pembiayaan yang lebih terjangkau.

Menteri PKP Maruarar Sirait melaporkan peningkatan program bedah rumah dan pemberdayaan UMKM lokal kepada Presiden Prabowo Subianto.

Tidak hanya berfokus pada pembangunan dan perbaikan rumah, pemerintah juga mengintegrasikan program perumahan dengan penguatan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM lokal.

Salah satu program yang dilaporkan Maruarar adalah pengembangan industri genteng tanah liat berbasis UMKM di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Program tersebut mendorong pelaku usaha lokal meningkatkan kapasitas produksi sekaligus menjaga mutu produk melalui pendampingan dan pemenuhan standar kualitas, termasuk sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI).

Maruarar menyebut sebanyak 34 UMKM genteng di Majalengka telah memenuhi kriteria yang dipersyaratkan dan menyiapkan produksi sebanyak 2,4 juta genteng berbahan tanah liat.

“Ada 34 UMKM yang sudah lolos SNI, yaitu kriteria keandalan, artinya dia sudah punya suatu sertifikasi yang kuat, lolos uji, dan 34 ini menyiapkan 2,4 juta genteng, produk UMKM, genteng dari tanah liat sehingga kualitasnya itu terjaga,” ujar Maruarar.

Pemanfaatan produk lokal tersebut diharapkan dapat menciptakan hubungan langsung antara kebutuhan pembangunan perumahan dan pertumbuhan usaha masyarakat. Dengan demikian, program perumahan tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima bantuan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi produsen bahan bangunan di daerah.

Maruarar menegaskan, pemerintah ingin mendorong penggunaan produk lokal sesuai potensi dan ketersediaan industri di setiap wilayah.

“Jadi kita ingin memberdayakan UMKM-UMKM lokal. Jadi kalau bisa produk Jawa Barat bisa dipakai di Jawa Barat. Produk Jawa Tengah bisa dipakai di Jawa Tengah. Sesudah genteng kita juga akan ke tempat yang lain,” imbuhnya.

Menteri PKP Maruarar Sirait melaporkan peningkatan program bedah rumah dan pemberdayaan UMKM lokal kepada Presiden Prabowo Subianto.

Dalam kesempatan yang sama, Maruarar juga menyampaikan perhatian Presiden Prabowo terhadap pengembangan program ASRI yang mengedepankan lingkungan Indonesia yang nyaman, indah, sehat, sekaligus mendukung pemberdayaan UMKM.

Menurutnya, pemerintah tengah menyiapkan langkah-langkah untuk mendukung pelaksanaan program tersebut. Upaya ini diharapkan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas lingkungan permukiman dan keterlibatan pelaku usaha lokal.

“Kami juga sudah diminta menyiapkan untuk program ke depan, bagaimana program ASRI, Bapak Presiden itu sangat sekali ingin Indonesia itu nyaman, indah, memberdayakan UMKM, sehat,” pungkas Maruarar.

Penguatan program perumahan nasional ini menunjukkan bahwa pembangunan hunian tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kelayakan tempat tinggal masyarakat, tetapi juga memperluas akses kepemilikan rumah dan menggerakkan perekonomian daerah.

Melalui peningkatan program bedah rumah, perluasan rumah subsidi, serta pemanfaatan bahan bangunan produksi UMKM, pemerintah mendorong agar manfaat pembangunan perumahan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.