Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Example floating
Example floating
NASIONAL

Masalah di Pertamina Tanjung Uban-Bintan, Sosialisasi Malah Digelar di Batam: Warga Pertanyakan Transparansi

Avatar photo
180
×

Masalah di Pertamina Tanjung Uban-Bintan, Sosialisasi Malah Digelar di Batam: Warga Pertanyakan Transparansi

Sebarkan artikel ini
Pertamina Tanjung Uban-Bintan
Picsart-24-03-26-04-51-32-353

TINTAJURNALISNEWS —Polemik mengenai pengelolaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) serta penanganan limbah B3 oleh Pertamina Energi Terminal (PET) Tanjung Uban-Bintan kembali memunculkan tanda tanya besar. Bukan hanya terkait substansi persoalannya, tetapi juga cara Pertamina menyampaikan informasi kepada publik.

Tokoh pemuda Bintan Utara, Jupensius Woga, mempertanyakan langkah Pertamina Tanjunguban yang justru menggelar kegiatan pemaparan program di Kota Batam, bukan di wilayah yang sedang bermasalah yaitu Tanjunguban.

“Masalahnya ada di Pertamina Tanjunguban. Tapi kegiatan justru dibuat di Kota Batam, dengan mengundang masyarakat serta unsur media. Apakah ini pola keterbukaan yang dimaksud Camat Bintan Utara Helmy Setiawati beberapa waktu lalu?” ujarnya dengan nada heran, Jumat (21/11/2025).

Menurutnya, penyampaian informasi terkait TJSL dan penanganan limbah semestinya dilakukan di Bintan, langsung di hadapan masyarakat terdampak, bukan dipindahkan ke tempat lain yang tidak memiliki urgensi langsung terhadap masalah tersebut.

Jupensius menilai pemindahan forum ke Batam justru menimbulkan kesan bahwa Pertamina seperti menghindari masyarakat Tanjunguban yang selama ini mempertanyakan transparansi pengelolaan lingkungan mereka.

“Kalau benar ingin terbuka, sampaikan di hadapan warga Tanjunguban. Jangan di tempat lain. Ini kan terkesan mengalihkan isu, seolah warga tidak perlu tahu,” tegasnya.

Ia kembali menyoroti belum jelasnya penyaluran TJSL Pertamina Tanjunguban selama lima tahun terakhir. Menurutnya, hal itu semestinya menjadi fokus utama yang harus dibuka secara jujur dan dipaparkan di wilayah terdampak, bukan di luar.

“Yang harus dijelaskan adalah: lima tahun TJSL itu disalurkan ke mana? Siapa penerimanya? Itu yang masyarakat tanyakan,” lanjutnya.

Pemilihan Kota Batam sebagai lokasi pertemuan, menurutnya, semakin memperkuat dugaan bahwa Pertamina tidak benar-benar siap membuka data dan menjawab langsung keresahan warga Tanjunguban terkait dampak limbah B3.

“Wajar jika masyarakat curiga. Masalahnya di Tanjunguban, tetapi sosialisasi dibuat jauh dari warga terdampak. Ini bukan pola keterbukaan,” tegas Jupensius.

 

(NANANG)

Example 120x600
NASIONAL

Dalam pernyataannya, Pigai menegaskan bahwa pemerintah telah mengambil langkah awal guna mempersiapkan upaya Indonesia merebut kursi penting tersebut.

“Hari ini, Kementerian HAM bersama Kementerian Luar Negeri serta Wakil Kepala Bappenas telah mengambil posisi. Kami akan merebut jabatan Presiden Dewan HAM PBB,” ujar Pigai di hadapan para tamu undangan dan pemangku kebijakan yang hadir.