Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
HUKUM & KRIMINAL

Polresta Tanjungpinang Musnahkan 1,9 Kilogram Sabu, Pelaku Dua Kasus Masih Diburu

Avatar photo
224
×

Polresta Tanjungpinang Musnahkan 1,9 Kilogram Sabu, Pelaku Dua Kasus Masih Diburu

Sebarkan artikel ini
Petugas menunjukkan data barang bukti sabu yang dimusnahkan dalam dua kasus narkotika di Polresta Tanjungpinang.

TINTAJURNALISNEWS – Polresta Tanjungpinang memusnahkan barang bukti narkotika golongan I jenis sabu hasil pengungkapan dua kasus narkotika dengan total berat mencapai 1.905,57 gram atau sekitar 1,9 kilogram. Kegiatan pemusnahan berlangsung di Lapangan Polresta Tanjungpinang, Rabu (17/6/2026).

Pemusnahan barang bukti tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan Badan Narkotika Nasional (BNN), Kejaksaan Negeri Tanjungpinang, Pengadilan Negeri Tanjungpinang, penasihat hukum, serta instansi terkait lainnya.

Kasat Resnarkoba Polresta Tanjungpinang, AKP Lajun Siado Sianturi, S.I.K., menjelaskan bahwa barang bukti yang dimusnahkan berasal dari dua laporan polisi yang hingga kini masih dalam tahap penyelidikan untuk mengungkap pelaku yang terlibat.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

Kasus pertama berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/A/39/IV/RES.4.2./2026/Resnarkoba tanggal 14 April 2026. Dalam perkara tersebut, petugas mengamankan narkotika jenis sabu dengan berat bersih 684,06 gram. Sebanyak 52,45 gram disisihkan untuk keperluan laboratorium dan pembuktian di persidangan, sementara 631,61 gram dimusnahkan.

Sedangkan kasus kedua berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/A/46/V/RES.4.2./2026/Resnarkoba tanggal 6 Mei 2026. Dalam perkara ini, petugas mengamankan sabu seberat 1.221,51 gram. Sebanyak 78,08 gram disisihkan untuk kepentingan laboratorium dan persidangan, sedangkan 1.143,43 gram dimusnahkan.

“Untuk kedua kasus ini, para pelaku masih dalam penyelidikan. Kami mohon dukungan dan doa dari masyarakat agar kasus ini dapat segera terungkap dan para pelaku dapat ditangkap,” ujar AKP Lajun Siado Sianturi.

Secara keseluruhan, barang bukti sabu yang diamankan dari kedua kasus tersebut mencapai 1.905,57 gram. Dari jumlah itu, sebanyak 1.775,04 gram dimusnahkan, sedangkan sisanya digunakan untuk kepentingan pemeriksaan laboratorium dan alat bukti di persidangan.

Berdasarkan pantauan Tinta Jurnalis News di lokasi kegiatan, pemusnahan sabu dilakukan dengan cara direbus menggunakan air hingga larut. Setelah proses perebusan selesai, cairan tersebut kemudian dibuang ke dalam kloset di bawah pengawasan aparat penegak hukum dan pihak terkait. Sementara itu, barang bukti ganja yang turut dimusnahkan dalam kegiatan tersebut dibakar di dalam drum hingga habis.

Pemusnahan barang bukti dilakukan sebagai bentuk transparansi penanganan perkara sekaligus komitmen aparat penegak hukum dalam memberantas peredaran gelap narkotika di Kota Tanjungpinang.

Polresta Tanjungpinang menegaskan akan terus memperkuat sinergi dengan BNN, Kejaksaan, Pengadilan, Bea Cukai, dan seluruh elemen masyarakat guna memutus mata rantai peredaran narkoba yang dapat merusak generasi bangsa.

Kegiatan berlangsung aman dan tertib serta disaksikan langsung oleh seluruh pihak yang hadir sebagai bentuk akuntabilitas dalam proses penegakan hukum terhadap tindak pidana narkotika.

HUKUM & KRIMINAL

Polemik yang muncul setelah hasil pemeriksaan salah satu gelanggang permainan (gelper) di wilayah hukum Polsek Lubuk Baja, Kota Batam, terus menjadi perhatian masyarakat. Di tengah beragam tanggapan yang berkembang, publik berharap proses penegakan hukum berjalan secara terbuka, objektif, dan mampu memberikan kepastian yang dapat dipahami semua pihak.

HUKUM & KRIMINAL

Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) yang diduga berlangsung di kawasan Desa Citorek, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Banten, kembali menjadi sorotan. Di tengah komitmen pemerintah memberantas pertambangan ilegal, aktivitas yang diduga melanggar hukum tersebut disebut masih berlangsung dan bahkan ditengarai telah menimbulkan kerusakan lingkungan hingga mengancam keselamatan masyarakat.

HUKUM & KRIMINAL

Pernyataan Kapolsek Lubuk Baja, Kompol Deni Langie, yang menyatakan tidak ditemukan unsur perjudian dalam razia di salah satu gelanggang permainan (gelper) di wilayah hukumnya memunculkan beragam tanggapan di tengah masyarakat. Pernyataan tersebut dinilai sebagai bagian dari hasil pemeriksaan di lapangan, namun sekaligus memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana ruang lingkup pemeriksaan yang telah dilakukan.