TINTAJURNALISNEWS –Beredarnya video di media sosial TikTok yang mengaitkan nama seorang anggota DPRD Tanjungpinang berinisial S dengan dugaan aktivitas pengiriman barang ilegal dari Batam ke Tanjungpinang menuai perhatian publik.
Video yang diunggah oleh akun TikTok @updatetnj tersebut telah ditonton ribuan kali dan memicu beragam tanggapan dari masyarakat. Dalam narasi video, disebutkan adanya dugaan pengiriman barang ilegal menggunakan jasa ekspedisi serta dugaan masuknya barang melalui jalur pelabuhan tidak resmi.
Namun hingga saat ini, informasi yang beredar dalam video tersebut belum terverifikasi melalui keterangan resmi dari pihak yang disebutkan.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Gerakan Anak Melayu Negeri Riau (GAMNR) Tanjungpinang, Said Ahmad Syukri atau yang akrab disapa Sas Jhoni, meminta agar pihak yang namanya dikaitkan dalam video viral tersebut segera memberikan penjelasan kepada publik.
Menurutnya, klarifikasi diperlukan guna menjaga kejelasan informasi sekaligus mencegah berkembangnya asumsi dan spekulasi di tengah masyarakat.
“Kami berharap pihak yang disebut dalam video tersebut dapat memberikan penjelasan secara terbuka. Tujuannya agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas dan tidak hanya menerima narasi yang berkembang di media sosial,” ujar Sas Jhoni, Kamis (11/6/2026).
Ia menilai, setiap informasi yang menyeret nama pejabat publik akan menjadi perhatian masyarakat. Karena itu, keterbukaan dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga yang diwakilinya.
Menurut Sas Jhoni, langkah klarifikasi bukan berarti membenarkan maupun menyalahkan isi video yang beredar. Sebaliknya, hal itu merupakan bentuk tanggung jawab moral kepada masyarakat agar informasi yang berkembang dapat ditempatkan secara proporsional.
“Kita harus mengedepankan asas praduga tak bersalah. Namun ketika sebuah informasi sudah tersebar luas dan menjadi konsumsi publik, maka penjelasan dari pihak terkait menjadi penting agar tidak menimbulkan persepsi yang beragam,” katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum terdapat fakta, bukti, maupun keterangan resmi dari pihak-pihak yang berwenang.
Hingga berita ini diterbitkan, anggota DPRD Tanjungpinang berinisial S yang namanya disebut dalam video tersebut belum memberikan tanggapan atau klarifikasi resmi. Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi guna memperoleh penjelasan dan hak jawab dari yang bersangkutan sesuai prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.









