Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
PEMERINTAHAN

Tingginya Angka Perceraian di Batam Disorot, Amsakar Tekankan Penguatan Ketahanan Keluarga Sejak Dini

Avatar photo
358
×

Tingginya Angka Perceraian di Batam Disorot, Amsakar Tekankan Penguatan Ketahanan Keluarga Sejak Dini

Sebarkan artikel ini
Amsakar Achmad

TINTAJURNALISNEWS โ€”Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyoroti tren meningkatnya angka perceraian di Kota Batam yang terus terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut dinilai menjadi indikator melemahnya ketahanan keluarga, sehingga diperlukan langkah konkret dan terstruktur untuk mencegah persoalan rumah tangga sejak tahap awal.

Penegasan itu disampaikan Amsakar saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Kota Batam Masa Bhakti 2025โ€“2030, yang digelar di Kantor Wali Kota Batam, Senin (29/12/2025). Kegiatan tersebut melibatkan berbagai instansi lintas sektor yang memiliki peran dalam pembinaan keluarga dan perkawinan.

Dalam sambutannya, Amsakar mengungkapkan keprihatinan atas masih tingginya angka perceraian di Batam dibandingkan daerah lain di Provinsi Kepulauan Riau. Ia menekankan pentingnya sinergi kolektif untuk memperkuat pondasi keluarga melalui pendidikan pra-nikah,

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

๐Ÿ‘‰ Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

pendampingan berkelanjutan, serta penguatan karakter sejak usia remaja.
Berdasarkan data tahun 2024, persentase perceraian di Kota Batam tercatat mencapai 6,32 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan Kota Tanjungpinang yang berada di angka 5,82 persen dan Kabupaten Kepulauan Anambas sebesar 4,18 persen.

Selain itu, Amsakar juga memaparkan tren peningkatan kasus perceraian dalam lima tahun terakhir. Tercatat sebanyak 1.963 kasus pada 2020, meningkat menjadi 2.015 kasus pada 2021, 2.045 kasus pada 2022, 2.123 kasus pada 2023, hingga mencapai 2.329 kasus pada 2024.

Menurutnya, penanganan persoalan keluarga harus berbasis data agar akar permasalahan dapat diidentifikasi dan ditangani secara menyeluruh. Sejumlah faktor dominan yang memicu perceraian di antaranya persoalan ekonomi, perselingkuhan, penyalahgunaan media sosial yang berdampak pada keharmonisan rumah tangga, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), serta pernikahan usia dini.

Amsakar menegaskan bahwa upaya pencegahan memerlukan kolaborasi lintas sektor yang kuat. Ia mendorong Kantor Urusan Agama (KUA), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga, serta instansi terkait lainnya untuk memperkuat kerja sama dalam merumuskan kebijakan yang berorientasi pada penguatan ketahanan keluarga.

Lebih jauh, ia menilai isu keluarga juga memiliki keterkaitan erat dengan persoalan kesehatan nasional, termasuk stunting. Pernikahan usia dini disebut tidak hanya berkontribusi pada meningkatnya angka perceraian, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak kesehatan pada anak.

Menutup sambutannya, Amsakar menyampaikan apresiasi kepada BP4 Kota Batam atas komitmen dan dedikasinya dalam mendukung pembinaan dan pelestarian institusi perkawinan. Ia berharap Rakerda tersebut mampu menghasilkan program kerja yang konkret dan berkelanjutan demi mewujudkan keluarga yang kuat dan harmonis di Kota Batam.

Pada kesempatan yang sama, turut dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) Bidang Pembinaan Keluarga Sakinah antara Ketua BP4 Kota Batam dengan sejumlah pihak terkait, sebagai bentuk penguatan sinergi lintas sektor dalam pembangunan ketahanan keluarga.

Sumber: MC Pemkot Batam

NASIONAL

Potret memprihatinkan kembali terlihat di Jembatan Mahau yang berada di ruas Jalan Provinsi Sumatera Utara di Kabupaten Nias Barat. Kondisi jembatan yang mengalami kerusakan membuat masyarakat tidak lagi bisa menunggu. Pada Jumat (7/8/2026), warga Desa Sisobandrao bersama Kepala Desa Agustomo Hia bergotong royong melakukan perbaikan darurat secara swadaya agar jembatan tetap dapat dilintasi.

PEMERINTAHAN

Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menekankan pentingnya koordinasi yang baik dalam pelaksanaan pekerjaan infrastruktur agar hasil pembangunan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikannya saat melakukan peninjauan langsung terhadap sejumlah fasilitas jalan dan perlengkapan lalu lintas di Kota Batam, sebagaimana terlihat dalam video yang diunggah melalui akun media sosialnya.