TINTAJURNALISNEWS –Sebuah video yang beredar luas di TikTok dan berbagai platform media sosial memicu perhatian publik terkait kematian Jonny Iskandar (JI), seorang terduga pelaku pencurian kendaraan bermotor yang sebelumnya diamankan oleh aparat kepolisian.
Dalam video tersebut, istri Jonny Iskandar menyampaikan kesedihan sekaligus mempertanyakan keterangan kepolisian yang menyebut suaminya melakukan perlawanan saat proses pengembangan kasus.
Menurut penuturan sang istri, saat petugas datang melakukan penangkapan, Jonny Iskandar disebut langsung menyerahkan diri tanpa melakukan perlawanan.
“Suami saya langsung duduk menyerahkan diri, tangan langsung ditaruh di belakang, langsung diborgol. Kalau memang dia sampai begitu, bagaimana mungkin bisa melawan polisi? Tidak mungkin kabur,” ujarnya dalam video yang viral di media sosial.

Ia juga mengaku memiliki rekaman video yang menunjukkan kondisi suaminya saat telah diamankan petugas. Menurutnya, saat itu Jonny Iskandar masih dalam keadaan sehat.
“Dia diambil sehat, Pak. Pulangnya sudah meninggal. Dia diambil sehat, pulangnya seperti itu,” katanya sambil menangis.
Lebih lanjut, pihak keluarga mempertanyakan sejumlah luka yang ditemukan pada tubuh almarhum. Sang istri mengaku melihat adanya dugaan patah leher, luka pada wajah, hidung yang diduga patah, serta sejumlah luka tembak.
“Kalau memang mau ditembak, kenapa harus patah lehernya? Kenapa harus ditembak kakinya sampai seperti itu? Kenapa matanya sampai seperti itu? Kenapa hidungnya patah?” ungkapnya.
Dalam keterangannya, ia menyebut kondisi jasad suaminya mengalami banyak luka.
“Yang bersih cuma bagian perut saja. Matanya lembam. Saya punya fotonya,” katanya.
Keluarga juga mengklaim terdapat tujuh luka tembak yang menembus tubuh korban.
“Ada tujuh luka tembak, dan semuanya tembus,” ujar salah satu anggota keluarga dalam percakapan yang terekam dalam video tersebut.

Pernyataan keluarga tersebut berbeda dengan keterangan pihak kepolisian. Sebelumnya, polisi menyebut Jonny Iskandar melakukan perlawanan saat proses pengembangan kasus dan diduga membahayakan petugas, sehingga dilakukan tindakan tegas dan terukur sesuai prosedur yang berlaku.
Namun demikian, keluarga membantah tudingan tersebut. Mereka menilai kondisi Jonny Iskandar yang disebut telah diborgol membuat dugaan perlawanan menjadi tidak masuk akal.
“Ada rumor katanya suami saya melawan polisi, bahkan menodongkan senjata. Padahal suami saya sudah diborgol. Bagaimana mungkin dia bisa melawan?” kata sang istri.
Kasus ini menjadi sorotan publik setelah video kesaksian keluarga tersebar luas di media sosial. Sejumlah warganet meminta adanya penyelidikan yang transparan dan independen guna mengungkap kronologi sebenarnya di balik kematian Jonny Iskandar.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat hasil pemeriksaan forensik maupun keterangan resmi lanjutan yang dapat memastikan kebenaran klaim dari kedua belah pihak. Publik masih menunggu penjelasan lengkap dari aparat penegak hukum serta hasil investigasi yang objektif terkait peristiwa tersebut.









