TINTAJURNALISNEWS —Presiden RI Prabowo Subianto melontarkan peringatan keras terhadap dugaan praktik penyimpangan yang melibatkan oknum aparat dan pihak-pihak yang merasa kebal hukum karena memiliki “backing”.
Dalam pidatonya di hadapan peserta sidang, Prabowo menegaskan bahwa perkembangan teknologi saat ini membuat berbagai bentuk dugaan pelanggaran dapat dengan mudah terpantau, termasuk kepemilikan lahan maupun aktivitas yang selama ini dianggap sulit diawasi.
“Kalau ada kelakuan aparatnya nggak beres, saya minta rakyat video, langsung video. Jangan main-main sama teknologi,” tegas Prabowo.
Presiden juga menyinggung penggunaan teknologi satelit yang menurutnya mampu mendeteksi hingga detail terkecil di lapangan.
“Mereka yang punya kebun-kebun luas dikira nggak akan ada pejabat yang bisa ngecek. Saudara-saudara sekarang ada satelit. Nggak usah kita cek fisik, kita bisa foto. Tiap pohon kita bisa foto. Pohon per pohon kita bisa foto,” ujarnya.
Prabowo menegaskan bahwa berbagai bentuk dugaan penipuan pada akhirnya akan terungkap melalui perkembangan teknologi dan sistem pengawasan negara.
“Jadi kau mau nipu bagaimanapun, kita akan ketemu penipuan kau saudara-saudara sekalian,” lanjutnya.
Tak hanya itu, Presiden juga menyinggung adanya dugaan pihak-pihak tertentu yang menjadi pelindung atau backing praktik-praktik menyimpang tersebut.
“Tapi biasanya mereka-mereka itu ada backing-nya. Backing-nya biasanya seragamnya itu kalau nggak hijau ya coklat. Betul?” kata Prabowo yang langsung mendapat perhatian publik.
Dalam bagian akhir pidatonya, Presiden kembali meminta masyarakat agar tidak melakukan perlawanan fisik apabila menemukan dugaan tindakan aparat yang dinilai tidak benar. Ia meminta masyarakat cukup merekam dan melaporkannya.
“Saudara-saudara, kalau ada kelakuan aparatnya nggak beres, saya minta rakyat video, langsung video. Jangan kau ngelawan, jangan dilawan, video aja. Lapor langsung ke saya, saudara-saudara sekalian,” tutupnya.
Pernyataan Presiden tersebut kini ramai diperbincangkan di media sosial dan menjadi sorotan publik terkait pesan tegas terhadap dugaan praktik penyalahgunaan kekuasaan di lapangan.









