Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
NASIONALPresiden RITNI

Presiden Prabowo Serahkan Jet Tempur Rafale dan Alutsista Modern untuk Perkuat Pertahanan TNI

Avatar photo
92
×

Presiden Prabowo Serahkan Jet Tempur Rafale dan Alutsista Modern untuk Perkuat Pertahanan TNI

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan penyerahan jet tempur Rafale dan alutsista modern kepada TNI di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta [Dok. Setpres RI]

TINTAJURNALISNEWS —Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi menyerahkan sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) modern kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam seremoni yang berlangsung di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (18/5/2026).

Penyerahan tersebut menjadi bagian dari program modernisasi pertahanan nasional sekaligus penguatan sistem pertahanan udara Indonesia di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang.

Prosesi diawali dengan tradisi penyiraman air kembang oleh Presiden Prabowo pada bagian hidung pesawat tempur Rafale sebagai simbol peresmian operasional armada baru TNI AU. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelepasan tirai logo Skadron Udara 12 serta penyerahan simbolis kunci pesawat kepada Panglima TNI yang diteruskan kepada Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU).

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru
BACA JUGA:  Hari Buruh 2026: Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Bela Buruh, Dari UU PPRT hingga Satgas PHK

Dalam kesempatan itu, pemerintah menyerahkan sejumlah alutsista strategis, meliputi enam unit pesawat tempur multirole MRCA Rafale, pesawat angkut strategis Airbus A400M, pesawat VIP Falcon 8X, sistem radar Ground Controlled Interception (GCI), rudal udara-ke-udara jarak jauh Meteor, hingga Smart Weapon AASM Hammer.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa penguatan pertahanan dilakukan semata-mata untuk menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Kita harus terus meningkatkan kekuatan pertahanan kita sebagai penangkal. Kita tidak punya kepentingan selain menjaga wilayah kita sendiri, wilayah udara, wilayah laut, dan wilayah daratan kita,” ujar Presiden Prabowo dalam sambutannya.

Menurut Presiden, kekuatan pertahanan menjadi salah satu elemen penting dalam menjaga stabilitas nasional di tengah ketidakpastian global. Namun demikian, ia juga menekankan bahwa ketahanan nasional harus berjalan beriringan dengan penguatan sektor pangan dan energi.

BACA JUGA:  Prabowo Tegas: Kejaksaan, Polisi, dan Tentara Harus Bela Rakyat, Bukan Backing Korupsi, Judi, Narkoba, dan Praktik Ilegal

“Bangsa Indonesia harus mandiri. Bangsa Indonesia harus berdiri di atas kaki kita sendiri. Dan di situ elemen utamanya adalah swasembada pangan dan swasembada energi,” tegasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pejabat tinggi negara, petinggi TNI, perwakilan industri pertahanan, serta delegasi mitra strategis pertahanan Indonesia.

Acara ditutup dengan peninjauan langsung alutsista baru dan sesi foto bersama di depan jajaran pesawat tempur Rafale serta sistem persenjataan modern TNI sebagai simbol dimulainya era baru penguatan pertahanan udara nasional.

HUKUM & KRIMINAL

Penyegelan proyek PT Gandasari Shipyard Bintan oleh pihak Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) kini justru menuai sorotan tajam publik. Sebab meski papan segel telah dipasang dan pengawasan disebut sudah dilakukan sejak Februari 2026, aktivitas di lokasi proyek diduga masih tetap terlihat berjalan berdasarkan pantauan lapangan dan berbagai informasi yang berkembang di masyarakat.

HUKUM & KRIMINAL

Kantor DPRD Tanah Laut kembali menjadi sorotan setelah aksi damai gabungan mahasiswa dan nelayan yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Tuntung Pandang berujung kekecewaan. Massa yang datang untuk menyampaikan aspirasi terkait dugaan mafia BBM subsidi jenis solar bagi nelayan mendapati tidak satu pun anggota dewan berada di kantor saat aksi berlangsung, Senin (18/05/2026).