TINTAJURNALISNEWS —Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menggelar rapat terbatas bersama sekitar 20 anggota Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka pada Kamis sore, 27 November 2025. Rapat ini membahas sejumlah isu krusial, mulai dari ketahanan ekonomi hingga penanganan darurat bencana di Tanah Air.
Dalam pengantar rapat, Presiden menekankan pentingnya langkah cepat pemerintah menghadapi dinamika ekonomi nasional serta menjaga stabilitas menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di seluruh wilayah Indonesia.
Namun, pembahasan paling mendesak tertuju pada upaya percepatan evakuasi dan penyaluran bantuan bagi korban terdampak bencana yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Presiden menegaskan bahwa seluruh instansi harus bekerja tanpa jeda untuk menjangkau wilayah-wilayah terdalam.
Presiden Prabowo telah memerintahkan Panglima TNI, Kapolri, Kepala BNPB, Kepala Basarnas, Menteri PUPR, Menteri Sosial, serta tim medis TNI-Polri dan Kemenkes untuk terus berada di lapangan melakukan penanganan komprehensif.

Diketahui, pada malam terjadinya bencana di kawasan Tapanuli, Presiden langsung menghubungi Kepala BNPB dan Kepala Basarnas untuk menggerakkan tim menuju lokasi dalam misi evakuasi cepat. Presiden juga mengarahkan penggunaan teknologi modifikasi cuaca untuk membantu menurunkan intensitas hujan di titik-titik rawan.
Menko PMK, Pratikno, ditunjuk langsung oleh Presiden sebagai koordinator untuk memantau seluruh proses evakuasi, memastikan penanganan korban berjalan efektif, serta mengoordinasikan lintas kementerian dan lembaga.
Pemerintah menegaskan komitmen untuk hadir secara penuh hingga tahap pemulihan pascabencana.
Sumber: Setkab RI












