Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
Jakarta

Presiden Joko Widodo Syukuri Kenaikan Peringkat Daya Saing Indonesia Tahun 2024

Avatar photo
145
×

Presiden Joko Widodo Syukuri Kenaikan Peringkat Daya Saing Indonesia Tahun 2024

Sebarkan artikel ini

Paripurna yang digelar di Istana Negara

TintaJurnalisNews -Presiden Joko Widodo menyampaikan rasa syukur atas kenaikan peringkat daya saing Indonesia yang signifikan pada tahun 2024. Dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 24 Juni 2024, Presiden mengumumkan bahwa peringkat daya saing Indonesia kini berada di posisi 27.

“Yang patut kita syukuri karena dari sinilah kita tahu di mana kita berada, di posisi mana kita berada. Karena dalam kondisi yang seperti awal tadi yang saya sampaikan, tidak mudah memperbaiki ranking dalam kondisi dunia yang tidak menentu seperti sekarang ini,” ujar Presiden Jokowi.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

Presiden menjelaskan bahwa kenaikan peringkat ini dinilai dari berbagai aspek, mulai dari sistem pemerintahan, dunia usaha, hingga ekonomi nasional. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Presiden menuturkan bahwa ekonomi nasional dapat terkendali dan pertumbuhan ekonomi juga meningkat.

BACA JUGA:  Kejagung Cegah Nadiem Makarim ke Luar Negeri, Dugaan Korupsi Chromebook Rp9,9 T Diselidiki

“Karena ekonomi kita baik, kita bisa mengendalikan ekonomi, bisa meningkatkan growth. Pertumbuhan ekonomi itu menjadi kenaikan utama dari daya saing Indonesia,” tambahnya.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi menyebutkan bahwa dunia usaha dan bisnis di Indonesia yang semakin kompetitif juga turut berkontribusi dalam peningkatan peringkat daya saing. “Di sisi efisiensi bisnis, kita melihat ketersediaan tenaga kerja, jumlah dan skill yang memadai ini menyebabkan kita di level kedua, juga efektivitas manajemen perusahaan,” jelas Presiden.

Presiden mengingatkan seluruh jajarannya untuk tetap mencermati kondisi global maupun nasional karena kedua hal tersebut diyakini dapat mempengaruhi penurunan peringkat daya saing Indonesia. “Artinya apa? Stabilitas politik itu penting, artinya stabilitas mata uang itu penting, artinya peningkatan produktivitas itu penting,” tegasnya.

BACA JUGA:  Politisi PAN  Syafrudin Budiman : KIM Siapkan Ridwan Kamil atau Kaesang untuk Melawan Anies Baswedan 

Meski peringkat meningkat, Presiden Jokowi meminta seluruh pihak untuk memperhatikan dua aspek penting yang dinilai masih lemah yaitu kesehatan dan pendidikan. Menurutnya, dua aspek tersebut harus diperbaiki agar daya saing Indonesia semakin meningkat.

“Ini yang harus menjadi perhatian kita semuanya agar competitiveness ranking kita setiap tahunnya bisa terus kita perbaiki. Saya kira dua hal, menurut saya kesehatan dan pendidikan, yang perlu menjadi fokus utamanya tentu saja pemerintah ke depan,” tutup Presiden Jokowi.

Sumber: BPMI Setpres