Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
NASIONAL

Hampir Setengah Bulan Listrik Posek Padam Bergilir, Ketua LAMI Kepri: Jangan Cuma Minta Warga Bersabar

Avatar photo
292
×

Hampir Setengah Bulan Listrik Posek Padam Bergilir, Ketua LAMI Kepri: Jangan Cuma Minta Warga Bersabar

Sebarkan artikel ini
Menyoroti pemadaman listrik bergilir di wilayah Posek, Lingga.

TINTAJURNALISNEWS —Pemadaman listrik bergilir yang dilaporkan terjadi hampir setengah bulan di wilayah Posek, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, mulai memicu keresahan masyarakat.

Gangguan tersebut disebut berdampak terhadap aktivitas sehari-hari warga, pelayanan pemerintahan hingga fasilitas kesehatan. Kondisi ini sebelumnya disoroti tokoh masyarakat Posek, Ahong Tan, yang meminta PLN memberikan penjelasan dan kepastian mengenai penanganan gangguan listrik tersebut.

Sorotan terhadap kondisi kelistrikan di Posek kini datang dari Ketua LAMI Kepri, Datok Agus Ramdah.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

Ia meminta PLN tidak berhenti pada penjelasan mengenai kerusakan mesin, tetapi harus menyampaikan langkah konkret serta target waktu penyelesaian kepada masyarakat.

“PLN jangan hanya mengatakan mesin rusak dan masyarakat diminta bersabar. Kalau memang terjadi kerusakan serius, jelaskan secara terbuka kepada masyarakat. Mesin kapan datang, kapan dipasang, dan kapan listrik kembali normal?” tegas Datok Agus Ramdah.

Menurutnya, pemadaman yang berlangsung berkepanjangan bukan persoalan sepele. Listrik berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat dan keberlangsungan berbagai aktivitas publik.

Terlebih, keberadaan fasilitas kesehatan seperti Puskesmas Posek membutuhkan pasokan listrik yang stabil untuk menunjang pelayanan kepada masyarakat.

“Listrik itu kebutuhan dasar. Apalagi kalau berkaitan dengan pelayanan kesehatan. Bagaimana kalau ada masyarakat yang membutuhkan penanganan dalam kondisi darurat? Persoalan listrik seperti ini harus menjadi perhatian serius,” ujarnya.

Menyoroti pemadaman listrik bergilir di wilayah Posek, Lingga.

Datok Agus juga menyoroti informasi yang beredar di masyarakat bahwa PLN masih menunggu mesin pengganti dari Tembilahan.

Menurutnya, jika informasi tersebut benar, PLN perlu menyampaikan perkembangan prosesnya secara terbuka. Masyarakat, kata dia, berhak mengetahui kapan mesin diperkirakan tiba, kapan pemasangan dilakukan, dan kapan sistem kelistrikan di Posek ditargetkan kembali normal.

“Jangan masyarakat hanya diberi kabar bahwa mesin sedang ditunggu. Warga butuh kepastian. Kalau memang belum bisa normal dalam waktu dekat, sampaikan dengan jelas dan berikan jadwal pemadaman yang bisa diketahui masyarakat,” katanya.

Ia menilai komunikasi yang terbuka penting agar masyarakat tidak terus berada dalam ketidakpastian dan tidak muncul berbagai spekulasi mengenai gangguan listrik yang terjadi.

“Kalau memang ada kendala teknis, masyarakat bisa memahami. Tetapi jangan sampai warga hanya diminta bersabar tanpa mengetahui sampai kapan harus menunggu,” tegasnya.

Menyoroti pemadaman listrik bergilir di wilayah Posek, Lingga.

Datok Agus mendesak PLN ULP setempat mempercepat langkah penanganan gangguan listrik di wilayah Posek.

Ia juga meminta PLN lebih aktif memberikan informasi kepada masyarakat selama proses perbaikan berlangsung.

“PLN jangan diam. Hadir dengan solusi dan penjelasan yang jelas. Masyarakat tidak meminta sesuatu yang berlebihan. Mereka hanya ingin listrik yang stabil dan kepastian kapan persoalan ini diselesaikan,” ujarnya.

Menurutnya, pemadaman bergilir yang berlangsung berkepanjangan perlu menjadi evaluasi serius, terutama apabila kondisi tersebut kembali terjadi setelah sebelumnya masyarakat juga mengalami gangguan serupa.

“Jangan menunggu masyarakat semakin resah baru kemudian bergerak. Kalau memang ada persoalan pada mesin, segera cari solusi terbaik. Pelayanan kepada masyarakat harus menjadi prioritas,” pungkas Datok Agus.

 

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PLN ULP setempat sebagaimana informasi dalam pemberitaan sebelumnya belum memberikan keterangan resmi mengenai jadwal pasti normalisasi listrik di wilayah Posek.