Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
NASIONALTNI

Menko Polkam Tekankan Disiplin dan Latihan Keras Demi Keselamatan Prajurit Satgas Garuda di Misi Perdamaian PBB

Avatar photo
179
×

Menko Polkam Tekankan Disiplin dan Latihan Keras Demi Keselamatan Prajurit Satgas Garuda di Misi Perdamaian PBB

Sebarkan artikel ini
Djamari Chaniago [Dok. Kemenko Polkam RI]

TINTAJURNALISNEWS –Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia, Djamari Chaniago, menegaskan pentingnya peningkatan kualitas latihan dan disiplin bagi prajurit TNI yang akan menjalankan misi pemeliharaan perdamaian dunia di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Penegasan tersebut disampaikan saat memimpin Rapat Koordinasi Misi Pemeliharaan Perdamaian dan memberikan arahan kepada 742 prajurit Satgas Kontingen Garuda (Konga) UNIFIL di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI, Sentul, Jawa Barat, Senin (11/5/2026).

Dalam arahannya, Djamari Chaniago yang juga bertindak sebagai Pengarah Tim Koordinasi Misi Pemeliharaan Perdamaian (TKMPP), mengingatkan bahwa keterampilan, kemampuan, serta disiplin merupakan faktor utama dalam keberhasilan misi perdamaian internasional.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

Ia bahkan menegaskan bahwa latihan keras merupakan bentuk kesejahteraan terbaik bagi prajurit karena dapat menunjang keselamatan dan keberhasilan tugas di daerah operasi.

“Latihan yang keras adalah bentuk kesejahteraan yang diberikan kepada para prajurit. Dengan latihan keras dan disiplin maka prajurit kita bisa melaksanakan tugas dengan baik,” tegasnya.

Menko Polkam juga membagikan pengalamannya saat bertugas dalam misi perdamaian UNEF II di Sinai sekitar tahun 1974. Menurutnya, selama lebih dari enam dekade keterlibatan Indonesia dalam Peacekeeping Operation (PKO), pasukan Indonesia selalu mendapat apresiasi sebagai salah satu pasukan terbaik di lingkungan PBB.

Selain itu, ia menyampaikan keinginan Presiden Prabowo Subianto untuk terus meningkatkan reputasi Indonesia di dunia internasional melalui capaian optimal pasukan perdamaian, termasuk peningkatan jumlah personel hingga peluang Perwira TNI menduduki posisi Force Commander dalam misi PBB.

Dalam arahannya kepada para prajurit Satgas Konga UNIFIL yang akan diberangkatkan ke Lebanon pada akhir Mei mendatang, Djamari menekankan bahwa tugas yang diemban bukan sekadar penugasan biasa, melainkan amanat konstitusi untuk menjaga perdamaian dunia dan membawa kehormatan bangsa Indonesia.

“Kalian sekarang mengemban tugas negara untuk turut serta menciptakan perdamaian dunia. Di pundak kalian ada bendera Merah Putih dan baret biru PBB,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan seluruh prajurit agar tidak lengah dan selalu mematuhi aturan selama berada di daerah operasi. Menurutnya, setiap tindakan prajurit akan berdampak langsung terhadap nama baik Indonesia di mata dunia internasional.

Menutup arahannya, Menko Polkam meminta seluruh prajurit memahami makna pengorbanan dalam menjalankan tugas negara demi bangsa dan negara.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri RI Sugiono menilai rapat koordinasi tersebut sangat penting di tengah dinamika geopolitik global dan tingginya risiko di wilayah penugasan misi perdamaian.

Menurut Sugiono, Kementerian Luar Negeri akan terus memperkuat koordinasi dan kerja sama guna mendukung misi perdamaian Indonesia sebagai bagian dari amanat konstitusi sekaligus menjaga reputasi negara di dunia internasional.

Ia juga mengingatkan para prajurit bahwa daerah penugasan yang akan ditempati bukan wilayah yang aman, sehingga kemampuan, keterampilan, dan kesiapan mental harus benar-benar dimaksimalkan.

Dalam kegiatan tersebut, Menko Polkam dan Menlu RI turut didampingi sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman, Wakil Menteri PPN Febrian Alphyanto Ruddyard, serta sejumlah pejabat TNI, Polri, dan kementerian terkait lainnya.