Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
NASIONAL

Lis Darmansyah dan Raja Ariza Paparkan Visi dan Misi dalam Debat Pilkada Tanjungpinang 2024

Avatar photo
131
×

Lis Darmansyah dan Raja Ariza Paparkan Visi dan Misi dalam Debat Pilkada Tanjungpinang 2024

Sebarkan artikel ini

Haji Lis Darmansyah dan Drs. H. Raja Ariza,

TintaJurnalisNews –Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Haji Lis Darmansyah dan Drs. H. Raja Ariza, tampil memaparkan visi dan misi mereka dalam Debat Pilkada Tanjungpinang 2024.

Debat yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) ini menjadi ajang penting bagi pasangan nomor urut dua untuk memperkenalkan rencana pembangunan mereka kepada masyarakat.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

Dengan mengusung tema “Tanjungpinang Berbenah,” Lis dan Raja mengajak masyarakat untuk bersama-sama membawa perubahan positif melalui pembangunan yang berkelanjutan, menekankan kearifan lokal budaya Melayu, serta fokus pada kesejahteraan warga.

Debat ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, panelis, serta komisioner KPU, yang menyaksikan secara langsung komitmen pasangan calon ini terhadap kemajuan kota.

BACA JUGA:  Semangat Pahlawan di Era Modern, Kajati Aceh Tegaskan: Ilmu dan Empati Adalah Senjata Kita Kini

Dalam pemaparannya, Lis Darmansyah mengungkapkan harapannya agar Tanjungpinang dapat menjadi kota yang lebih indah, nyaman, dan aman untuk semua penduduk dan pengunjung.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antar-elemen masyarakat guna memastikan pembangunan berkelanjutan yang berdampak nyata pada kualitas hidup warga.

Visi “Bima Sakti” dan Lima Pilar Misi Utama

Lis-Raja memperkenalkan visi besar yang mereka sebut “Bima Sakti,” yang terdiri dari lima pilar utama. Visi ini dirancang untuk membawa perubahan signifikan bagi kota Tanjungpinang, yakni:

1. Penataan Kota Berbasis Budaya Melayu: Mengembangkan Tanjungpinang sebagai kota modern yang tetap menghargai dan melestarikan kearifan lokal budaya Melayu.

2. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM): Melalui perbaikan sistem pendidikan dan kesehatan, serta pemberdayaan generasi muda agar lebih berdaya saing.

BACA JUGA:  Polri dan BGN Perkuat Pengawasan Dugaan Praktik Ilegal Jual Beli Titik SPPG

3. Pengembangan Ekonomi Produktif: Mendorong pertumbuhan sektor ekonomi baru untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat.

4. Peningkatan Tata Kelola Pemerintahan: Mewujudkan pemerintahan yang bersih, profesional, dan mengedepankan pelayanan publik yang prima.

5. Penguatan Karakter Religius dan Budaya: Menciptakan masyarakat yang religius, kreatif, dan menjunjung tinggi budaya dalam kerangka toleransi yang kuat.

Program Unggulan untuk Tanjungpinang

Sebagai bagian dari komitmen mereka, Lis-Raja juga memperkenalkan sembilan program unggulan yang bertujuan untuk menjawab tantangan pembangunan di Tanjungpinang. Di antara program-program tersebut adalah:

1.Pembangunan sarana pendidikan dan kesehatan yang merata dan dapat diakses oleh seluruh masyarakat

2.Pemberdayaan ekonomi hingga ke tingkat RT dan RW.

3.Peningkatan kualitas pelayanan publik berbasis digital untuk mendukung kemudahan akses dan transparansi.

BACA JUGA:  Polda Kepri Distribusikan 230 Hewan Qurban untuk Masyarakat di Kepulauan Riau

4.Penataan kawasan perkotaan yang lebih terstruktur guna menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan tertata.

“Kami optimis bahwa dengan kolaborasi yang solid serta komitmen yang kuat, program-program ini akan mampu membawa perubahan nyata untuk Tanjungpinang yang lebih baik,” ujar Lis Darmansyah dalam pidato penutupnya.

Pasangan Lis-Raja menekankan pentingnya dukungan serta partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat agar visi dan misi yang mereka tawarkan dapat terealisasi.

Debat ini diharapkan menjadi referensi bagi masyarakat Tanjungpinang dalam menentukan pilihan untuk kemajuan kota yang lebih berdaya saing dan harmonis.

(Edo Jurnalis)

EKONOMI

Berbagai keluhan yang selama ini dirasakan nelayan di Muara Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, akhirnya mulai terungkap ke permukaan. Mulai dari sulitnya memperoleh BBM subsidi, lambannya pengurusan dokumen kapal, hingga dugaan ketidaksesuaian penyaluran BBM menjadi persoalan yang dikeluhkan masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup dari hasil laut.