TINTAJURNALISNEWS – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bergerak cepat merespons bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Sibolga dan Tapanuli Tengah (Tapteng). Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, langsung memerintahkan pengiriman bantuan logistik serta melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah setempat.
Berdasarkan laporan resmi yang diterima Pemprov Sumut, bencana yang terjadi akibat curah hujan ekstrem ini menimbulkan kerusakan di sejumlah titik dan menyebabkan adanya korban jiwa. Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, telah melaporkan kondisi terkini kepada Gubernur Sumut, termasuk perkembangan evakuasi dan penanganan warga terdampak.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Gubernur Bobby menginstruksikan agar bantuan darurat dikirim secepat mungkin. Pemprov Sumut kemudian menyalurkan berbagai kebutuhan logistik, mulai dari 1 ton minyak goreng, 500 kilogram gula putih, 500 kotak teh celup, 20.000 bungkus mi instan, hingga 1.000 kaleng ikan sarden untuk memperkuat penanganan darurat di lapangan. Bantuan ini disalurkan ke wilayah yang terdampak paling parah, baik di Tapteng maupun Sibolga.

Gubernur Bobby menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama. Ia meminta seluruh kepala daerah di Sumut tetap waspada karena cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi. Peringatan ini selaras dengan informasi BMKG yang sebelumnya sudah menyampaikan bahwa curah hujan tinggi akan terjadi pada November hingga Desember 2025.
Bobby juga mengingatkan agar langkah mitigasi dan kesiapsiagaan bencana dilakukan secara maksimal. Ia memastikan pemerintah provinsi akan terus memonitor perkembangan kondisi di lapangan serta siap memberikan dukungan tambahan apabila dibutuhkan.
Selain pengiriman bantuan, Gubernur Sumut dijadwalkan turun langsung meninjau wilayah terdampak untuk memastikan seluruh proses penanganan berjalan optimal.
(Feri)












