Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
POLITIK

AMI Tolak Wacana Pemekaran Dapil Surabaya, Minta Demokrasi Tidak Dijadikan Kepentingan Politik

Avatar photo
68
×

AMI Tolak Wacana Pemekaran Dapil Surabaya, Minta Demokrasi Tidak Dijadikan Kepentingan Politik

Sebarkan artikel ini
Ketua Umum DPP AMI, Baihaki Akbar, menyampaikan penolakan terhadap wacana pemekaran dapil di Surabaya [Foto: Tim]

TINTAJURNALISNEWS –Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Aliansi Madura Indonesia (AMI) menyatakan menolak wacana pemekaran daerah pemilihan (dapil) di Kota Surabaya. Organisasi tersebut menilai pemekaran dapil bukan menjadi kebutuhan mendesak masyarakat dan berpotensi memunculkan polemik baru dalam pelaksanaan demokrasi.

Ketua Umum DPP AMI, Baihaki Akbar, mengatakan pembahasan mengenai pemekaran dapil seharusnya tidak menjadi prioritas ketika masyarakat masih menghadapi berbagai persoalan, seperti lapangan pekerjaan, kemiskinan, pelayanan publik, hingga dugaan penyalahgunaan anggaran yang dinilai perlu mendapat perhatian lebih serius.

Menurut Baihaki, perubahan konfigurasi dapil harus memiliki dasar yang kuat, dilakukan secara transparan, serta benar-benar bertujuan meningkatkan kualitas keterwakilan masyarakat, bukan sekadar mengubah peta politik menjelang pelaksanaan pemilu.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

“Demokrasi harus dibangun untuk memperkuat representasi rakyat, bukan menjadi instrumen yang membuka ruang bagi kepentingan segelintir pihak,” ujarnya.

AMI juga mengingatkan penyelenggara pemilu agar tetap menjaga independensi dalam setiap kebijakan yang diambil. Organisasi tersebut meminta agar tidak ada kebijakan yang dapat memunculkan persepsi publik bahwa perubahan dapil dilakukan untuk menguntungkan kelompok atau kepentingan politik tertentu.

Ketua Umum DPP AMI, Baihaki Akbar, menyampaikan penolakan terhadap wacana pemekaran dapil di Surabaya.

Selain itu, AMI menilai perhatian pemerintah dan para pemangku kepentingan seharusnya lebih difokuskan pada penyelesaian persoalan yang langsung dirasakan masyarakat dibandingkan membahas perubahan dapil yang dinilai belum menjadi kebutuhan mendesak.

AMI mendesak seluruh pihak untuk mengedepankan kepentingan masyarakat luas di atas kepentingan elektoral. Jika perubahan dapil tetap akan dilakukan, prosesnya harus melalui kajian akademis yang komprehensif, melibatkan partisipasi publik secara luas, serta dapat dipertanggungjawabkan secara hukum maupun moral.

AMI menegaskan akan terus mengawal setiap kebijakan yang berkaitan dengan demokrasi agar tetap berpihak kepada kepentingan rakyat dan tidak menjadi alat kepentingan politik sesaat. Organisasi tersebut berharap setiap perubahan dalam sistem demokrasi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat serta tidak menimbulkan kecurigaan maupun perpecahan.

NASIONAL

Obrolan Sabtu Seru bertajuk “Obor Rakyat Reborn” kembali digelar di Tjikko Koffee, Jalan Ciasem, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (16/5/2026). Kegiatan yang mengusung tema “JK Effect dan Nasib Trah Jokowi 2029” ini menjadi ruang diskusi yang membahas dinamika politik nasional menuju Pemilu 2029 dari berbagai sudut pandang