Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
NASIONAL

Lori Pengangkut Tanah di Km 12 Rem Blong dan Tabrak Tiang: Supir Cedera, Pihak Proyek Dinilai Kurang Perhatian

Avatar photo
175
×

Lori Pengangkut Tanah di Km 12 Rem Blong dan Tabrak Tiang: Supir Cedera, Pihak Proyek Dinilai Kurang Perhatian

Sebarkan artikel ini
,"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["picsart"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"transform":1},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false,"used_sources":{"version":1,"sources":[{"id":"349538621087201","type":"ugc"}]}}

Foto Lori Saat Kejadian

TintaJurnalisNews – Kecelakaan yang melibatkan sebuah lori pengangkut tanah dari proyek pembangunan DAM di Km 12, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Kota Tanjungpinang, terjadi pada Jumat, 27 September 2024.

Lori tersebut mengalami rem blong dan menabrak beberapa tiang, termasuk tiang listrik, Telkom, dan TV kabel. Meski demikian, supir lori berinisial H hanya mengalami cedera dan saat ini sedang dalam proses pemulihan.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

Kepada TintaJurnalisNews, H (Korban/Sopir) menceritakan kejadian tersebut yang berlangsung pada sekitar pukul 10:30 pagi, sebelum waktu shalat Jumat. “Saya sudah tahu kalau rem lori ini blong, tapi belum sempat diperbaiki,” ungkapnya.

Dalam situasi kritis saat rem tidak berfungsi, H sengaja menabrakkan kendaraannya ke tiang listrik untuk menghindari korban jiwa lainnya. “Kalau saya tidak menabrakkan ke tiang, bisa kena orang lain. Walaupun saya cedera, itu saya anggap sebagai risiko pekerjaan,” ujar H dengan penuh tanggung jawab.

BACA JUGA:  Sang Merah Putih Berkibar dari Ufuk Timur Indonesiaku

Namun, ia menyatakan kekecewaannya terhadap pihak proyek yang dinilai kurang memberikan perhatian pascakecelakaan. “Tulang rusuk saya masih sakit, tapi pihak proyek belum mengurus saya hingga tuntas. Jujur, saya kecewa.”

Kejadian ini menimbulkan pertanyaan tentang siapa yang bertanggung jawab atas keselamatan supir yang cedera, serta apakah pihak pelaksana proyek telah menjalankan tanggung jawabnya dalam menjaga keselamatan kerja.

Pantauan di lokasi mengungkapkan bahwa tidak ada rambu-rambu keselamatan di sekitar lokasi proyek, meskipun area tersebut memiliki jalanan dengan turunan tajam. Kurangnya tanda peringatan ini menimbulkan kekhawatiran mengenai standar keselamatan yang diterapkan di proyek tersebut.

Kasus ini mengingatkan pentingnya penerapan keselamatan di lokasi proyek dan tanggung jawab pihak pelaksana dalam memastikan pekerja dan lingkungan sekitarnya aman.

BACA JUGA:  Kodam I/BB Tegaskan Tidak Ada Pemalakan oleh Prajurit TNI di Asahan, Informasi yang Beredar Hoaks

Beruta Ini, Masih Butuh Konfirmasi Selanjutnya. (Redaksi)

Link WhatsApp Klik untuk chat WhatsApp