TINTAJURNALISNEWS –Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat mengajak insan pers memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), termasuk mendukung pemberantasan narkoba, penanganan persoalan lingkungan, serta pencegahan konflik sosial di Provinsi Riau.
Ajakan tersebut disampaikan Arman saat bersilaturahmi dan makan malam bersama wartawan mitra Polda Riau di Aula Kediaman Rumah Dinas Kapolda Riau, Jalan P. Diponegoro Nomor 32, Pekanbaru, Senin (26/10/2026) malam.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan dihadiri Wakapolda Riau, Kepala BNNP Riau, Irwasda Polda Riau, para pejabat utama Polda Riau, serta wartawan dari berbagai media.
Arman menegaskan, hubungan kepolisian dan pers tidak sebatas kemitraan dalam penyampaian informasi. Komunikasi terbuka, kepercayaan, dan keterbukaan terhadap kritik dinilai penting untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat.
“Saya percaya hubungan yang baik harus dibangun atas dasar saling mengenal, saling percaya, dan keterbukaan. Kami membutuhkan dukungan rekan-rekan media dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat,” ujarnya.

Kapolda yang telah mengabdi sekitar 34 tahun di institusi Polri itu menyebut pemberantasan narkoba sebagai salah satu perhatian utama Polda Riau.
Menurutnya, posisi geografis Riau yang berbatasan dengan Malaysia dan memiliki wilayah perairan luas menjadi tantangan tersendiri dalam mengawasi peredaran narkotika.
Wilayah Rupat, Bengkalis, dan pulau-pulau di sekitarnya menjadi kawasan yang memerlukan perhatian dalam pemetaan jalur rawan peredaran narkoba.
Arman menilai, pemberantasan narkotika tidak bisa hanya mengandalkan penindakan hukum. Upaya tersebut harus disertai edukasi, peningkatan kesadaran masyarakat, serta koordinasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya.
Selain narkoba, Polda Riau juga menyoroti potensi konflik sosial dan persoalan lingkungan hidup, terutama di kawasan perkebunan dan pelabuhan.
Deteksi dini, komunikasi yang efektif, dan keterlibatan berbagai pihak dinilai penting agar persoalan yang muncul dapat ditangani sebelum berkembang menjadi gangguan kamtibmas.
“Kami mengajak seluruh rekan media untuk terus bersinergi dengan Polda Riau melalui pemberitaan yang akurat, berimbang, dan berdasarkan fakta. Kami juga terbuka terhadap kritik dan masukan yang membangun demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tegas Arman.

Dalam sesi diskusi, Kapolda Riau juga merespons masukan Taufik, wartawan Pekanbaru Pos, mengenai pentingnya pembinaan terhadap kalangan pelajar.
Arman menyambut baik usulan tersebut dan mendorong fungsi Pembinaan Masyarakat (Binmas) untuk berkoordinasi dengan pihak sekolah.
Pembinaan diharapkan mencakup edukasi tentang bahaya narkoba, kesadaran hukum, kedisiplinan, serta pencegahan kenakalan remaja.
Menurut Arman, membangun karakter generasi muda membutuhkan keterlibatan berkelanjutan dari kepolisian, sekolah, orang tua, dan masyarakat.
Ia berharap komunikasi antara Polda Riau dan insan pers semakin kuat sehingga informasi mengenai program kepolisian dapat tersampaikan secara tepat kepada publik.
Sinergi tersebut juga diharapkan berkontribusi terhadap pencegahan berbagai persoalan sosial dan terpeliharanya situasi keamanan yang kondusif di Bumi Lancang Kuning.
Silaturahmi dan makan malam bersama wartawan itu menjadi momentum untuk mempererat kemitraan kepolisian dan media, sekaligus memperkuat komunikasi dalam mendukung kepentingan masyarakat.
















