TINTAJURNALISNEWS –Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai akan lebih efektif dan berdampak luas apabila pelaksanaannya melibatkan masyarakat setempat melalui sinergi dengan Koperasi Desa Merah Putih serta berbagai potensi lokal yang tersedia di daerah.
Pengamat sosial dan budaya, Jacob Ereste, menilai bahwa sejak awal pelaksanaan MBG seharusnya membuka ruang partisipasi masyarakat dengan tetap berpedoman pada standar operasional yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN). Menurutnya, pengawasan yang ketat tetap diperlukan untuk memastikan kualitas makanan yang disajikan memenuhi standar kesehatan dan gizi.
“Pelibatan masyarakat setempat dapat memberikan manfaat ganda. Selain mendukung keberhasilan program MBG, langkah ini juga membuka peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat di daerah,” ujar Jacob dalam keterangannya di Banten, Jumat (6/6/2026).
Ia menjelaskan, kebutuhan bahan pangan untuk program MBG dapat dikelola melalui Koperasi Desa Merah Putih yang bekerja sama dengan Koperasi Unit Desa (KUD) yang telah ada. Skema tersebut dinilai mampu memperkuat peran koperasi sebagai penyedia kebutuhan pokok masyarakat sekaligus mendukung rantai pasok program MBG.
Selain itu, Jacob juga mendukung gagasan BGN yang mulai melibatkan kantin sekolah dalam pelaksanaan program MBG. Menurutnya, keterlibatan kelompok PKK dan unsur masyarakat lainnya dapat menjadi nilai tambah karena lebih memahami kebutuhan serta selera makanan peserta didik.
Ia menilai pendekatan kolaboratif tersebut berpotensi menekan biaya operasional program yang selama ini membutuhkan berbagai fasilitas penunjang, seperti dapur, peralatan memasak, hingga sarana transportasi.
“Keterlibatan koperasi dan masyarakat lokal dapat menciptakan efisiensi anggaran sekaligus mencegah praktik monopoli dalam penyediaan bahan pangan. Dengan demikian, manfaat ekonomi program juga dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, Jacob mengusulkan agar BGN menyusun sistem tata kelola yang bersifat umum sebagai pedoman pelaksanaan di lapangan. Pedoman tersebut kemudian dapat dikolaborasikan dengan sistem kerja koperasi agar tercipta pengawasan yang lebih efektif dan transparan.
Menurutnya, kolaborasi antara MBG dan Koperasi Desa Merah Putih juga dapat memberikan dukungan nyata bagi petani, peternak, nelayan, hingga pekerja berpenghasilan rendah melalui penyerapan hasil produksi lokal.
Ia berharap sinergi tersebut tidak hanya menjadikan MBG sebagai program pemenuhan gizi, tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi rakyat yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas.
“Kerja sama antara BGN dan Koperasi Desa Merah Putih berpotensi memperkuat semangat gotong royong sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia,” tutupnya.









