TINTAJURNALISNEWS –Penulis dan pengamat sosial Jacob Ereste menyoroti berbagai perkembangan yang belakangan menjadi perhatian publik, mulai dari dinamika di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN) hingga kasus dugaan suap dan korupsi di sektor keimigrasian.
Dalam tulisannya yang berjudul “Kisah Tragis Dari BGN Hingga Korupsi dan Suap di Imigrasi Yang Dramatis”, Jacob Ereste menilai rangkaian peristiwa yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir menghadirkan banyak pertanyaan di tengah masyarakat terkait transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan.
Sorotan tersebut salah satunya mengarah pada Badan Gizi Nasional (BGN) yang tengah menjadi perhatian setelah mencuatnya kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Di tengah perkembangan kasus tersebut, nama Ninik S. Deyang ikut menjadi perbincangan publik karena tidak disebut dalam proses hukum yang menjerat sejumlah pejabat lainnya.
Jacob mengungkapkan, dirinya teringat pada sebuah buku saku karya Ninik S. Deyang berjudul “Prabowo Pembayar Utang Bank Terbaik di Indonesia Bahkan di Dunia” yang pernah beredar menjelang Pemilihan Presiden 2019. Dalam buku tersebut, Ninik banyak mengulas sosok Prabowo Subianto serta perjalanan bisnisnya.
Menurut Jacob, posisi Ninik yang baru bergabung di BGN pada September 2025 menjadi salah satu alasan yang memunculkan berbagai spekulasi publik terkait keterlibatannya dalam tata kelola program yang kini tengah diperiksa aparat penegak hukum.
Selain persoalan BGN, Jacob juga menyoroti mencuatnya kasus dugaan suap dalam pengurusan izin tinggal warga negara asing yang menyeret sejumlah pejabat di lingkungan imigrasi. Kasus tersebut dinilai menjadi gambaran bahwa praktik korupsi tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan anggaran negara, tetapi juga dapat terjadi dalam layanan administrasi publik.
Dalam pandangannya, berbagai kasus yang muncul secara beruntun tersebut telah menyita perhatian masyarakat dan menimbulkan beragam spekulasi. Karena itu, ia menilai proses hukum yang transparan menjadi kebutuhan penting agar publik memperoleh kejelasan atas setiap peristiwa yang sedang ditangani aparat penegak hukum.
Jacob juga menyinggung berbagai informasi yang beredar di ruang publik, termasuk surat yang dikaitkan dengan salah satu pejabat BGN dan sempat viral di media sosial. Menurutnya, berbagai informasi tersebut semakin memperbesar perhatian masyarakat terhadap kasus yang sedang berkembang.
Ia berharap seluruh proses penegakan hukum dapat berjalan secara profesional dan objektif sehingga mampu menjawab berbagai pertanyaan yang muncul di tengah masyarakat.
Bagi Jacob, yang terpenting bukan sekadar munculnya berbagai spekulasi, melainkan bagaimana fakta-fakta yang sesungguhnya dapat terungkap melalui mekanisme hukum yang berlaku. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh kepastian dan kejelasan atas berbagai peristiwa yang kini menjadi sorotan nasional.









