Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
HUKUM & KRIMINAL

Kejagung Tetapkan 3 Tersangka Baru Kasus Dugaan Penyimpangan Tambang Ilegal PT AKT di Murung Raya

Avatar photo
278
×

Kejagung Tetapkan 3 Tersangka Baru Kasus Dugaan Penyimpangan Tambang Ilegal PT AKT di Murung Raya

Sebarkan artikel ini
Direktur Penyidikan Jampidsus, Syarief Sulaeman Nahdi

TINTAJURNALISNEWS –Tim penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung RI menetapkan tiga tersangka baru dalam pengembangan perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait penyimpangan pengelolaan pertambangan PT Asmin Koalindo Tuhup (PT AKT) di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah.

Penetapan tersebut disampaikan oleh Direktur Penyidikan Jampidsus, Syarief Sulaeman Nahdi, pada Kamis, 23 April 2026. Kasus ini merupakan pengembangan dari dugaan praktik pertambangan yang tetap berjalan meski izin perusahaan telah dihentikan sejak tahun 2017.

Adapun tiga pihak yang ditetapkan sebagai tersangka yaitu:

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

Pertama, HS, selaku Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Rangga Ilung, Kalimantan Tengah. HS diduga memberikan persetujuan berlayar kepada kapal pengangkut batu bara milik perusahaan, meskipun mengetahui dokumen yang digunakan tidak sah dan berkaitan dengan aktivitas PT AKT yang izinnya telah dicabut. Selain itu, HS juga diduga menerima aliran dana bulanan secara ilegal dari pihak perusahaan afiliasi. Tindakan tersebut menyebabkan proses verifikasi dari Kementerian ESDM tidak berjalan sebagaimana ketentuan dalam penerbitan Surat Perintah Berlayar.

Kedua, BJW, selaku Direktur PT AKT. Ia diduga bersama ST selaku beneficial owner tetap menjalankan aktivitas penambangan batu bara tanpa izin resmi. Kegiatan tersebut dilakukan melalui perusahaan afiliasi, termasuk PT BPB, dengan memanfaatkan dokumen perusahaan lain untuk kepentingan ekspor hingga tahun 2025. Padahal, kontrak karya PT AKT berdasarkan PKP2B telah dihentikan sejak 2017, sehingga seluruh aktivitas pertambangan dinyatakan tidak lagi diperbolehkan.

Ketiga, HZM, selaku General Manager PT OOWL Indonesia yang bergerak di bidang jasa kelautan dan kargo. HZM diduga terlibat dalam pembuatan dokumen Certificate of Analysis (COA) serta Laporan Hasil Verifikasi (LHV) yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Sebagai surveyor, ia seharusnya melakukan verifikasi asal-usul dan kualitas batu bara, namun diduga justru memanipulasi data dengan mencantumkan asal barang dari perusahaan lain untuk meloloskan pengiriman batu bara ilegal.

Akibat praktik tersebut, batu bara dari wilayah tambang yang telah dicabut izinnya tetap dapat dipasarkan dan diekspor seolah-olah berasal dari sumber yang sah, sekaligus menghindari kewajiban pembayaran royalti kepada negara.

Kejaksaan Agung menegaskan bahwa proses penyidikan masih terus berlanjut dan tidak menutup kemungkinan adanya penambahan tersangka baru dalam perkara yang diduga menimbulkan kerugian negara tersebut.

HUKUM & KRIMINAL

Maraknya peredaran rokok merek R7 Bold yang diduga tanpa dilekati pita cukai Indonesia di Provinsi Kepulauan Riau kembali memicu sorotan publik. Di tengah masih bebasnya produk tersebut beredar di berbagai warung dan kios, muncul desakan agar aparat penegak hukum segera mengusut tuntas dugaan adanya aktor yang mengendalikan jaringan distribusi rokok ilegal tersebut

HUKUM & KRIMINAL

Berdasarkan informasi dan narasi yang diterima redaksi dari tim di lapangan, dugaan peredaran rokok ilegal tanpa pita cukai disebut masih marak terjadi di sejumlah wilayah di Provinsi Banten. Kondisi tersebut memunculkan sorotan dari berbagai pihak yang meminta aparat penegak hukum dan instansi terkait meningkatkan pengawasan serta penindakan.

HUKUM & KRIMINAL

Peredaran rokok merek Manchester yang diduga tidak dilekati pita cukai Indonesia kembali menjadi sorotan di Provinsi Kepulauan Riau. Berdasarkan hasil pantauan Tinta Jurnalis News, berbagai varian rokok tersebut masih diperjualbelikan secara terbuka di sejumlah warung, kios, hingga toko dengan harga berkisar antara Rp10.000 hingga Rp20.000 per bungkus.