Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
NASIONALPEMERINTAHAN

Dorong Percepatan PHTC, Pemerintah Siapkan SDM—Koordinasi Jadi Titik Penentu

Avatar photo
22
×

Dorong Percepatan PHTC, Pemerintah Siapkan SDM—Koordinasi Jadi Titik Penentu

Sebarkan artikel ini
Rapat tingkat menteri di Kantor Kementerian PANRB, Jakarta, membahas percepatan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dengan fokus penguatan SDM dan koordinasi lintas instansi.

TINTAJURNALISNEWS –Pemerintah mulai menggenjot pemenuhan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk menopang percepatan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto. Namun, di tengah dorongan percepatan tersebut, sinkronisasi antar-instansi kembali menjadi faktor penentu yang tak bisa diabaikan.

Langkah ini ditegaskan sebagai bentuk komitmen pemerintah agar program prioritas Presiden tidak berhenti pada perencanaan, tetapi benar-benar berjalan dan berdampak bagi masyarakat.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini menekankan bahwa optimalisasi SDM bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan bagian dari strategi besar pemerintah.

“Rapat ini penting untuk memastikan optimalisasi SDM tidak hanya sebagai proses administratif semata, tetapi merupakan upaya strategis untuk memastikan tersedianya SDM yang kompeten, berintegritas, dan siap mendukung pelaksanaan program-program prioritas nasional,” tegas Rini dalam Rapat Tingkat Menteri di Kantor Kementerian PANRB, Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Pemerintah memfokuskan pemenuhan SDM ke sejumlah klaster utama, yakni Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Kampung Nelayan, sektor pendidikan, dan kesehatan. Setiap kementerian dan lembaga diminta tidak hanya menyusun proyeksi, tetapi memastikan tindak lanjut nyata—sebuah tantangan yang selama ini kerap tersendat di level implementasi.

Presiden Prabowo Subianto sendiri terus menekankan bahwa PHTC harus menghadirkan dampak luas, nyata, dan berkelanjutan. Artinya, keberhasilan program tidak bisa berjalan parsial, melainkan membutuhkan orkestrasi lintas sektor yang solid hingga ke daerah.

Dalam konteks itu, Rini mendorong penerapan pendekatan collaborative dan network governance untuk memastikan seluruh elemen pemerintahan bergerak dalam satu arah. Konsep ini menuntut keterhubungan antar-instansi, bukan kerja sendiri-sendiri yang berujung tumpang tindih.

Pendekatan tersebut diyakini mampu mempercepat pengambilan keputusan sekaligus memperkuat akuntabilitas, karena hasil pembangunan menjadi tanggung jawab bersama, bukan sektoral.

Namun, efektivitasnya tetap bergantung pada kedisiplinan koordinasi dan kekuatan pengawasan—dua aspek yang kerap menjadi titik lemah birokrasi.

“Selain diperlukan adanya kebijakan pemenuhan SDM yang fleksibel dan adaptif, juga diperlukan mekanisme pengawasan yang lebih kuat agar kualitas SDM tetap terjaga,” tegas Rini.

Dengan target percepatan yang ambisius, pemerintah kini dituntut membuktikan bahwa penguatan SDM bukan sekadar wacana, melainkan benar-benar mampu menjawab kebutuhan program prioritas di lapangan.

Sumber: Humas KemenPANRB