TINTAJURNALISNEWS –Genap satu tahun memimpin Batam, Wali Kota Amsakar Achmad bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra mencatatkan capaian signifikan, mulai dari realisasi investasi Rp69,3 triliun hingga penguatan berbagai program sosial untuk masyarakat.
Dalam dialog on air Program Batam Menyapa di Studio Pro 1 Radio Republik Indonesia (RRI) Batam, Senin (23/2/2026), Amsakar menegaskan komitmennya untuk terus bekerja maksimal di tengah dinamika regulasi dan tantangan administratif yang kompleks.
Ia menjelaskan, tahun pertama kepemimpinan diwarnai perubahan regulasi pemerintah pusat yang berlangsung cepat. Pemerintah Kota Batam merespons tiga regulasi baru tahun 2025, yakni PP Nomor 25 Tahun 2025 tentang Perizinan Berusaha, PP Nomor 28 Tahun 2025 tentang Perizinan Berbasis Risiko, serta PP Nomor 47 Tahun 2025 tentang perubahan KPBPB Batam.
Sebagai tindak lanjut, Pemko Batam melakukan koordinasi intensif dengan berbagai kementerian untuk mengintegrasikan 1.460 jenis layanan perizinan ke dalam Mal Pelayanan Publik Batam, guna mempermudah pelayanan serta meningkatkan iklim investasi.
Amsakar memaparkan, hingga triwulan III 2025, pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,89 persen, meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 6,6 persen. Dari sisi investasi, realisasi melampaui target Rp60 triliun, dengan capaian Rp69,3 triliun atau 115,5 persen.
Sektor pariwisata juga menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, kunjungan wisatawan meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta orang.
“Indikator makroekonomi ini sudah selaras dengan visi yang kami gagas. Kita berada di jalur yang tepat,” ujar Amsakar.

Pemko Batam menuangkan visi pembangunan ke dalam 15 program prioritas yang menyasar langsung kebutuhan masyarakat, meliputi pendidikan, kesehatan, insentif lansia, penguatan ekonomi kerakyatan, hingga ketenagakerjaan.
Di sektor pendidikan, sebanyak 105.670 set seragam gratis telah dibagikan kepada siswa SD dan SMP negeri maupun swasta. Pemerintah juga menyediakan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi.
Pada sektor kesehatan, cakupan Universal Health Coverage (UHC) telah mencapai 98 persen. Warga cukup menunjukkan KTP untuk memperoleh layanan kesehatan gratis.
Selain itu, bantuan tunai Rp300 ribu per bulan disalurkan kepada 4.000 lansia. Dalam penguatan ekonomi kerakyatan, pemerintah menyediakan pinjaman modal tanpa bunga hingga Rp20 juta. Realisasinya mencapai Rp1,3 miliar untuk 1.500 pemohon.
Di bidang ketenagakerjaan, angka pengangguran berhasil ditekan dari 7,68 persen menjadi 7,57 persen, didukung 108 jenis pelatihan kerja yang diikuti 4.433 peserta.
Meski mencatat sejumlah capaian, Amsakar mengakui masih ada tiga persoalan krusial yang menjadi perhatian utama, yakni pelayanan air bersih, pengelolaan sampah, dan penanganan banjir.
Upaya yang dilakukan antara lain normalisasi drainase, pembangunan infrastruktur seperti flyover dan jalan lingkar untuk mengurai kemacetan sekaligus mengurangi genangan air.

Di akhir dialog, Amsakar mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat dan pelaku usaha, termasuk dukungan dalam pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih. Ia juga mengajak warga menjaga kebersihan dan mengubah perilaku dalam pengelolaan sampah demi mempertahankan citra Batam sebagai kota pariwisata.
“Kami bertekad, persoalan utama khususnya air bersih, banjir dan sampah, dapat segera dituntaskan melalui kerja kolektif seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.









