Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
NASIONAL

Sami’Un Desak Pelestarian Sungai Carang, Minta Gubernur Kepri Tak Tutup Mata atas Ancaman Hilangnya Nilai Budaya

Avatar photo
325
×

Sami’Un Desak Pelestarian Sungai Carang, Minta Gubernur Kepri Tak Tutup Mata atas Ancaman Hilangnya Nilai Budaya

Sebarkan artikel ini

Sami’Un saat di Lokasi Sungai Carang

TINTAJURNALISNEWS —Kawasan Sungai Carang, yang selama ini dikenal sebagai pusat budaya dan sejarah masyarakat Melayu-Bugis, kini menghadapi ancaman serius.

Ketua Cindai Kota Tanjungpinang, Sami’Un, menyuarakan kekhawatirannya atas potensi hilangnya nilai-nilai budaya dan historis di kawasan tersebut akibat kelalaian dan penyalahgunaan oleh pihak-pihak tertentu.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

Dalam pernyataannya kepada Tinta Jurnalis News pada Minggu (13/7), Sami’Un menyoroti kondisi sejumlah titik penting di kawasan Sungai Carang, termasuk Makam Daeng Marewa dan Makam Daeng Cenak, yang kini dinilainya dalam kondisi memprihatinkan.

“Kawasan ini bukan sekadar tempat, tapi warisan budaya yang dikenal sampai ke mancanegara. Jika dibiarkan, nilai historis ini akan lenyap oleh tangan-tangan yang salah,” tegas Sami’Un.

BACA JUGA:  Penyampaian Ranperda Tentang Fasilitasi Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan, Peredaran Gelap Narkotika, Prekursor Narkotika.

Ia mengimbau seluruh elemen masyarakat, khususnya warga Melayu-Bugis, organisasi kebudayaan, serta instansi pemerintahan untuk segera mengambil langkah konkret dalam upaya pelestarian kawasan.

Keterlibatan aktif dari Dinas Pariwisata, Dinas Kebudayaan, Pemerintah Daerah, dan organisasi adat seperti Pertatuan Melayu Bugis, menurutnya, sangat diperlukan.

“Kalau hari ini pemerintah daerah, dinas terkait, dan Provinsi Kepri hanya tinggal diam, kami akan lanjutkan langkah ini ke tingkat lebih tinggi. Kami akan datangi Kantor Gubernur dan lakukan aksi nyata,” ujarnya menegaskan.

Lebih lanjut, Sami’Un juga meminta perhatian langsung dari Gubernur Kepulauan Riau, H. Ansar Ahmad, agar tidak menutup mata terhadap permasalahan ini.

“Jika tidak ada tindakan dalam waktu dekat, masyarakat adat bersama organisasi budaya Melayu-Bugis siap mengambil sikap,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Bravo! Polresta Tanjungpinang Tunjukkan Ketegasan Hukum Digital, Usut Dugaan Pencemaran Nama Baik Pimpinan Media TJN Lewat Facebook

Seruan tersebut menjadi pengingat bahwa pelestarian budaya adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya milik pemerintah semata.

Diperlukan kesadaran dan aksi nyata dari seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga warisan leluhur demi keberlangsungan sejarah dan identitas generasi mendatang.

EKONOMI

Berbagai keluhan yang selama ini dirasakan nelayan di Muara Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, akhirnya mulai terungkap ke permukaan. Mulai dari sulitnya memperoleh BBM subsidi, lambannya pengurusan dokumen kapal, hingga dugaan ketidaksesuaian penyaluran BBM menjadi persoalan yang dikeluhkan masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup dari hasil laut.