Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
NASIONAL

Kemenko Polhukam Tinjau Proyek Strategis di Perbatasan: Pastikan Menara Suar Karang Singa Berdiri Kokoh di Ujung Kepri

Avatar photo
226
×

Kemenko Polhukam Tinjau Proyek Strategis di Perbatasan: Pastikan Menara Suar Karang Singa Berdiri Kokoh di Ujung Kepri

Sebarkan artikel ini
,"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["picsart"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":false,"containsFTESticker":false,"used_sources":{"version":1,"sources":[{"id":"349538621087201","type":"ugc"}]}}

Dokumentasi Kemenko Polhukam RI

TINTAJURNALISNEWS –Dalam rangka memperkuat kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di wilayah perbatasan laut, Tim Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam) meninjau langsung pembangunan Menara Suar Karang Singa yang terletak di wilayah perairan strategis antara Indonesia, Singapura, dan Malaysia.

Peninjauan ini berlangsung pada 2 hingga 4 Juli 2025, dipimpin langsung oleh Asisten Deputi Koordinasi Wilayah Perbatasan dan Tata Ruang Pertahanan Kemenko Polhukam, Laksamana Pertama TNI Rudi Haryanto, S.E., M.Tr.Opsla.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Rekomendasi Kebijakan hasil Rapat Koordinasi Tingkat Menteri yang digelar pada 16 April 2025. Dalam kunjungan itu, turut hadir Wakil Komandan Lantamal IV Batam, Kepala Distrik Navigasi Tipe I Tanjungpinang sebagai penanggung jawab proyek, serta pihak kontraktor dari PT Pacific Multindo Permai.

BACA JUGA:  Ketua LAMI Kepri Serukan Pusat untuk Bertindak: Jangan Tutup Mata Terhadap Rokok Ilegal di Kepulauan Riau

Peninjauan ini bertujuan memastikan proyek pembangunan Menara Suar Karang Singa telah selesai sesuai kontrak yang berakhir pada 30 Juni 2025. Hasil di lapangan menunjukkan bahwa pembangunan secara umum telah rampung, meski masih ada beberapa pekerjaan finishing yang tertunda akibat cuaca ekstrem pada minggu terakhir pelaksanaan.

Menariknya, ditemukan adanya penambahan pekerjaan berupa pemasangan pagar keliling di atas platform beton sebagai bentuk pemenuhan standar keselamatan dari International Association of Marine Aids to Navigation and Lighthouse Authorities (IALA), yang tidak tercantum dalam anggaran awal.

“Menara Suar Karang Singa memiliki arti strategis dalam memperkuat kedaulatan NKRI serta menegaskan kehadiran negara di wilayah laut perbatasan yang sangat vital,” tegas Laksamana Pertama TNI Rudi Haryanto di lokasi.

BACA JUGA:  Insiden Penikaman Napi di Lapas: Perdamaian Sudah Ada, Pelaku Dikenai Hukuman Tambahan

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa keberadaan menara suar ini tak hanya penting sebagai sarana navigasi laut di jalur pelayaran internasional yang padat, tetapi juga berperan sebagai alat kontrol pengelolaan wilayah maritim nasional, termasuk dalam upaya mitigasi potensi ancaman lintas batas.

Kehadiran langsung Kemenko Polhukam di lapangan juga menjadi bentuk dukungan moral kepada seluruh pihak yang bekerja keras menyukseskan proyek strategis ini, sekaligus memperlihatkan komitmen pemerintah dalam memastikan infrastruktur perbatasan dibangun secara optimal dan tepat waktu.

Dengan selesainya pembangunan menara suar ini, Indonesia kembali menegaskan posisi dan haknya atas wilayah laut di titik kritis perbatasan—sebuah langkah konkret untuk menghadirkan negara di garda terdepan.

BACA JUGA:  Presiden Prabowo Takziah ke Rumah Duka Affan Kurniawan, Tegaskan Kasus Akan Diusut Tuntas

Sumber: Kemenko Polhukam RI