Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
NASIONALPresiden RI

Presiden Prabowo Pimpin Ratas KSSK, Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026 Tumbuh 5,61 Persen

Avatar photo
62
×

Presiden Prabowo Pimpin Ratas KSSK, Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026 Tumbuh 5,61 Persen

Sebarkan artikel ini
Dok. Setkab RI

TINTAJURNALISNEWS –Presiden Prabowo Subianto memimpin Rapat Terbatas (Ratas) bersama jajaran Kabinet Merah Putih dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (5/5/2026). Dalam rapat tersebut, pemerintah memaparkan capaian pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal pertama tahun 2026 yang tercatat sebesar 5,61 persen.

Angka tersebut disebut melampaui berbagai proyeksi lembaga internasional sekaligus menempatkan Indonesia di atas sejumlah negara anggota G20, termasuk Tiongkok, Singapura, dan Amerika Serikat.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

Pemerintah menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional ditopang oleh kuatnya konsumsi masyarakat serta kinerja ekspor dan impor yang tetap positif. Selain itu, tingkat inflasi juga berhasil dijaga pada angka 2,42 persen.

Kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan nasional dinilai tetap tinggi. Hal itu tercermin dari pertumbuhan dana pihak ketiga sebesar 13,55 persen dan pertumbuhan kredit yang mencapai 9,49 persen.

BACA JUGA:  Pangkoarmada II Dampingi Menhan RI Tinjau Proyek Strategis Pertahanan di Surabaya

Dalam menghadapi dinamika ekonomi global, Pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan pengawalan ketat terhadap nilai tukar rupiah yang dinilai memiliki potensi untuk kembali menguat.

Melalui sinergi kebijakan fiskal dan moneter, pemerintah dan BI menyepakati tujuh langkah strategis untuk menjaga stabilitas sistem keuangan nasional. Langkah tersebut meliputi penguatan intervensi pasar valuta asing, koordinasi optimalisasi Surat Berharga Negara (SBN), penjagaan likuiditas, hingga penyesuaian batas pembelian dolar domestik.

Pemerintah juga menegaskan bahwa perekonomian Indonesia saat ini berada dalam fase ekspansi yang kuat. Untuk menjaga momentum pertumbuhan, sejumlah langkah strategis disiapkan, di antaranya penerbitan Panda Bonds di Tiongkok guna diversifikasi pembiayaan dengan bunga kompetitif serta mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat.

BACA JUGA:  Aksi Heroik di Udara, Karumkital Dr. Midiyato Berikan Penghargaan kepada Mayor Laut (K) dr. Dito Arieyadhi

Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan peluncuran stimulus tambahan pada triwulan kedua guna mendorong aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha. Regulasi terkait devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) juga dilaporkan segera diberlakukan.

Rapat terbatas tersebut menegaskan arah kebijakan Presiden Prabowo yang menempatkan stabilitas sebagai fondasi utama, sekaligus memastikan pertumbuhan ekonomi nasional tetap inklusif dan berkelanjutan di tengah ketidakpastian global.

Dengan berbagai langkah strategis yang dijalankan, Indonesia dinilai terus menunjukkan ketahanan ekonomi dan optimisme menghadapi tantangan global.