Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
NASIONAL

Wow! Tanggapan Warga Soal Tarif Parkir dan Pelayanan Satpam RSUD Raja Ahmad Tabib Luar Biasa: Kritik Pedas Mengalir Deras!

Avatar photo
215
×

Wow! Tanggapan Warga Soal Tarif Parkir dan Pelayanan Satpam RSUD Raja Ahmad Tabib Luar Biasa: Kritik Pedas Mengalir Deras!

Sebarkan artikel ini
,"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["picsart"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"transform":1},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false,"used_sources":{"version":1,"sources":[{"id":"400666844023201","type":"ugc"}]}}

RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang

TintaJurnalisNews –Pemberitaan tarif parkir dan pelayanan Satpam yang buruk di RSUD Raja Ahmad Tabib kembali menjadi sorotan. Di media sosial, khususnya di grup Facebook, warga ramai memberikan tanggapan, mulai dari pengalaman pribadi hingga kritik pedas yang mengarah pada manajemen rumah sakit tersebut.

Sejumlah warganet mengungkapkan pengalaman mereka saat berkunjung ke RSUD, termasuk keluhan terkait tarif parkir yang dinilai memberatkan, terutama bagi keluarga pasien yang harus bolak-balik menjaga kerabat yang dirawat.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

Berikut beberapa komentar yang menjadi perhatian:

“Sebenarnya kalau itu fasilitas pemerintah untuk rakyat, seharusnya bisa dipertimbangkan parkir gratis, karena kita tak bakalan ke RS kalau diri kita tak sakit atau ada anggota keluarga yang rawat inap butuh kita yang jaga.”

BACA JUGA:  Pemerintah Hormati Putusan MK Soal Pilpres Yang Final dan Mengikat

“Umum harus bebas parkir.”

“Sudah buat karangan bunga turut berduka cita atas pelayanan parkir RSUP.”

“Percuma punya rumah sakit bertingkat, parkir saja membayar.”

“Seharusnya petugas parkir ini dibayar oleh pihak RSUP dan pasien tidak dibebani parkir lagi.”

Tidak hanya soal parkir, pelayanan fasilitas rumah sakit seperti lift juga menjadi sorotan. Beberapa warga mengeluhkan lift yang hanya beroperasi terbatas pada hari libur dan akhir pekan, sehingga menyebabkan antrean panjang.

Salah satu komentar menyindir dengan nada tajam:

“Management yang buruk. Sebagai pelayanan harus memberikan fasilitas yang lebih baik. Lift jika hari libur Sabtu, Minggu, dan hari besar yang hidup hanya di sebelah UGD untuk pasien dan pegawai RSUP. Akibatnya, mau berkunjung harus antre lama. Apa salahnya lift lain dihidupkan juga?”

BACA JUGA:  Video Penambangan Pasir Laut Ilegal Menggegerkan Kepulauan Riau

Kritik lainnya bahkan bernada satir:

“Suruh aja yang jaga itu hitung langkah orang, 1 langkah 1000. Banyak sedikit dapatnya, kan kenyang dapatnya.”

Tanggapan Pihak RSUD Belum Diterima

Hingga berita ini diterbitkan, pihak RSUD Raja Ahmad Tabib belum memberikan tanggapan terkait kritik dan keluhan yang muncul di media sosial. Warga berharap agar manajemen rumah sakit dapat segera mengevaluasi fasilitas dan pelayanan untuk meningkatkan kenyamanan bagi pasien dan pengunjung.

Kritik dan harapan ini menunjukkan adanya perhatian serius dari masyarakat terhadap pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan.

Berita Ini, Masih Butuh Konfirmasi Selanjutnya. (Part III)

EKONOMI

Berbagai keluhan yang selama ini dirasakan nelayan di Muara Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, akhirnya mulai terungkap ke permukaan. Mulai dari sulitnya memperoleh BBM subsidi, lambannya pengurusan dokumen kapal, hingga dugaan ketidaksesuaian penyaluran BBM menjadi persoalan yang dikeluhkan masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup dari hasil laut.