Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
NASIONALPEMERINTAHAN

Wapres Gibran Dukung Pelatihan AI untuk 44 Ribu UMKM, Indonesia Jadi Target Terbesar Program AIM ASEAN

Avatar photo
185
×

Wapres Gibran Dukung Pelatihan AI untuk 44 Ribu UMKM, Indonesia Jadi Target Terbesar Program AIM ASEAN

Sebarkan artikel ini
Gibran Rakabuming Raka

TINTAJURNALISNEWS –Gibran Rakabuming Raka menyatakan dukungan penuh terhadap pelatihan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dukungan tersebut disampaikan saat menerima audiensi ASEAN Foundation di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (25/02/2026).

Dalam pertemuan itu, Indonesia ditetapkan sebagai negara dengan target peserta terbesar dalam program AIM ASEAN, yakni sebanyak 44 ribu UMKM dari total 100 ribu peserta yang tersebar di sebelas negara kawasan Asia Tenggara.

Legal Coordinator and Project Manager AIM ASEAN, Eci Ernawati, menjelaskan bahwa Wapres berkomitmen mendukung pelaksanaan pelatihan AI bagi UMKM di seluruh Indonesia. Program ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas pelaku usaha kecil dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital, meningkatkan efisiensi usaha, serta memperluas akses pasar berbasis data.

BACA JUGA:  Panglima TNI Pimpin Sertijab 9 Jabatan Strategis di Mabes TNI

Selain program AIM ASEAN, turut dipaparkan inisiatif AI Ready ASEAN yang menargetkan 5,5 juta individu di Asia Tenggara. Program ini menyasar berbagai kalangan, mulai dari guru, pemuda, hingga orang tua.

Project Manager AI Ready ASEAN, Diera Gala Paksi, menyampaikan bahwa Wapres menyambut baik dan menunjukkan antusiasme terhadap program tersebut. Hal ini dinilai sejalan dengan agenda pemerintah dalam mendorong pemberdayaan sumber daya manusia secara inklusif, termasuk menjangkau santri, masyarakat di daerah terpencil, serta kelompok marginal lainnya.

Dukungan terhadap pelatihan AI ini menjadi bagian dari upaya mempercepat transformasi digital nasional, sekaligus memperkuat daya saing UMKM Indonesia di tingkat regional.

Sumber: BPMI Setwapres