Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
PEMERINTAHAN

Tok Agus Soroti Kondisi Pemandian Air Panas Singkep, Desak Pemkab Lingga Lakukan Pembenahan

Avatar photo
276
×

Tok Agus Soroti Kondisi Pemandian Air Panas Singkep, Desak Pemkab Lingga Lakukan Pembenahan

Sebarkan artikel ini
Pemandian air panas di Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga

TINTAJURNALISNEWS —Ketua Lami Kepri, Datok Agus Ramdah, menyoroti kondisi fasilitas pemandian air panas di Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga. Ia menilai pengelolaan dan sarana pendukung di lokasi wisata tersebut sangat memprihatinkan, dan berpotensi mencoreng citra daerah di mata pengunjung, termasuk wisatawan dari luar daerah.

Hal itu disampaikan Datok Agus Ramdah kepada Tinta Jurnalis News pada Kamis (25/12/2025). Menurutnya, pemandian air panas Singkep saat ini ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah, seperti Sumatera dan Kuala Tungkal. Namun, tingginya jumlah pengunjung tidak diimbangi dengan kesiapan fasilitas yang memadai.

“Sebagai orang Kabupaten Lingga, saya merasa malu. Tiket masuk memang murah, hanya Rp5.000 untuk dewasa dan parkir roda dua Rp2.000, tapi kondisi tempatnya sangat memprihatinkan,” ujar Datok Agus.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru
BACA JUGA:  Presiden Prabowo Panggil Menko Pangan, Pastikan Harga dan Stok Bahan Pokok Aman Jelang Lebaran

Ia menambahkan, sejumlah persoalan serius terjadi di lokasi tersebut, mulai dari dugaan aksi perusakan atau sabotase yang dilakukan pada malam hari hingga minimnya pengamanan area. Datok Agus menyebut kolam pemandian pernah ditemukan dalam kondisi kosong, diduga akibat ulah pihak tidak bertanggung jawab.

“Pagar pengaman perlu segera dibuat. Malam-malam ada orang yang masuk dan membuang air kolam, sehingga kolam menjadi kosong,” katanya.

Selain itu, ia menyoroti fasilitas penunjang seperti toilet, ruang ganti pakaian, dan sarana ibadah yang tidak berfungsi optimal. Toilet tidak memiliki pasokan air, begitu pula fasilitas wudhu di musala yang berada di area pemandian.

“Musala ada, WC ada, tempat wudhu juga ada, tapi airnya tidak ada. Ini sangat menyulitkan pengunjung, apalagi yang datang dari jauh,” tambahnya.

BACA JUGA:  Pembalakan Kayu Ilegal di Desa Resang Diduga Terkoordinir, Muncul Indikasi Setoran Bulanan dan Pungli

Datok Agus berharap Bupati Lingga Muhammad Nizar dan Sekretaris Daerah Kabupaten Lingga dapat meneruskan persoalan ini ke Dinas Pariwisata, agar ada perhatian serius dan pembenahan menyeluruh demi kenyamanan serta keamanan pengunjung.

“Kami dari LAMI Kepri sangat berharap ada tanggapan dan langkah nyata dari para pimpinan daerah. Fasilitas ini menyangkut wajah pariwisata Lingga,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Redaksi Tinta Jurnalis News masih berupaya mengonfirmasi Dinas Pariwisata Kabupaten Lingga untuk memperoleh keterangan resmi.

Bersambung…