Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
NASIONALPEMERINTAHAN

BNPP–PKP Bedah 15.000 Rumah di Perbatasan, Pemerintah Perkuat Kesejahteraan dan Nasionalisme

Avatar photo
150
×

BNPP–PKP Bedah 15.000 Rumah di Perbatasan, Pemerintah Perkuat Kesejahteraan dan Nasionalisme

Sebarkan artikel ini
Dok. Puspen Kemendagri

TINTAJURNALISNEWS –Pemerintah melalui Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bakal merealisasikan program bedah 15.000 rumah tidak layak huni (RTLH) di kawasan perbatasan.

Program yang dijalankan melalui skema Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) ini menyasar 40 kabupaten/kota di 17 provinsi, sebagai upaya nyata menghadirkan keadilan pembangunan di wilayah perbatasan.

Menteri Dalam Negeri sekaligus Kepala BNPP, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan peningkatan kualitas hunian masyarakat perbatasan bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga bagian dari strategi memperkuat rasa kebangsaan.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

“Ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan agar mereka bangga dengan negara dan pemerintah, sehingga nasionalisme semakin kuat,” ujarnya di Kantor BNPP, Jakarta, Kamis (23/4/2026).

BACA JUGA:  Sami'Un: Tudingan Miring Jelang Pilkada 2024 Hanya Ganggu Proses Demokrasi

Menurut Tito, kawasan perbatasan yang sejahtera akan berperan sebagai benteng strategis negara. Ia menyebut wilayah tersebut sebagai “buffer zone” penting dalam menjaga ketahanan nasional dari berbagai potensi ancaman luar.

Program ini juga disebut sebagai yang terbesar sepanjang sejarah BNPP sejak berdiri pada 2010. Awalnya, alokasi hanya sekitar 10.000 unit rumah, namun meningkat menjadi 15.000 unit setelah peninjauan langsung ke lapangan.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah akan menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) dari Badan Pusat Statistik (BPS) guna memastikan bantuan tepat sasaran, berbasis data by name by address.

Tito berharap program ini menjadi pemicu bagi kementerian dan lembaga lain untuk turut mempercepat pembangunan kawasan perbatasan, termasuk penyediaan infrastruktur dasar seperti pasar, dermaga, dan fasilitas pendidikan.

BACA JUGA:  Jumat Agung, Kapolri Ajak Umat Kristiani Perkuat Iman dan Persatuan Bangsa

Turut hadir dalam agenda tersebut Menteri PKP Maruarar Sirait, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, serta sejumlah pejabat terkait.

NASIONAL

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) berencana menggelar nonton bareng (nobar) gratis pertandingan Piala Dunia 2026 di seluruh Indonesia, mulai dari tingkat Mabes Polri, Polda, Polres hingga Polsek. Program tersebut merupakan hasil kerja sama dan dukungan Polri terhadap penyiaran Piala Dunia 2026 yang akan ditayangkan oleh TVRI

PEMERINTAHAN

Presiden Prabowo Subianto menerima Ketua Luhut Binsar Pandjaitan bersama jajaran Dewan Ekonomi Nasional (DEN) di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Berdasarkan informasi yang disampaikan melalui akun resmi Sekretariat Kabinet Republik Indonesia (Setkab RI), pertemuan tersebut membahas sejumlah isu strategis nasional, mulai dari perkembangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), kondisi perekonomian nasional di tengah dinamika global, hingga percepatan transformasi digital pemerintahan melalui sistem GovTech berbasis kecerdasan artifisial (AI).