Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Example floating
Example floating
NASIONAL

Tim Tabur Kejati Kepri Tangkap Buronan Kasus KDRT di Nias Barat

Avatar photo
11
×

Tim Tabur Kejati Kepri Tangkap Buronan Kasus KDRT di Nias Barat

Sebarkan artikel ini
{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["picsart"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":false,"containsFTESticker":false,"used_sources":{"version":1,"sources":[{"id":"349538621087201","type":"ugc"}]}}
Picsart-24-03-26-04-51-32-353

Foto di Desa Tetesua, Kecamatan Sirombu, Kabupaten Nias Barat

TINTAJURNALISNEWS –Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau bersama Tim Intelijen Kejaksaan Negeri Gunung Sitoli berhasil mengamankan buronan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Negeri Batam. Buronan tersebut, Ir. Nurbatias (63), ditangkap di Desa Tetesua, Kecamatan Sirombu, Kabupaten Nias Barat, Provinsi Sumatera Utara, pada Senin (28/2/2025) sekitar pukul 17.30 WIB.

Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 1657 K/PID.SUS/2016 tanggal 20 Maret 2017, Ir. Nurbatias dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 45 Ayat (1) Jo Pasal 7 UU RI No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Ia dijatuhi hukuman tiga bulan penjara.

Saat diamankan di depan Masjid An Nur, Desa Tetesua, terpidana bersikap kooperatif sehingga proses pengamanan berjalan lancar. Selanjutnya, Ir. Nurbatias dibawa ke Kantor Kejaksaan Negeri Gunung Sitoli sebelum diserahkan kepada Tim Jaksa Eksekutor Kejaksaan Negeri Batam dan dieksekusi ke Lapas Batam untuk menjalani hukuman.

Tim Tabur Kejati Kepri yang terlibat dalam operasi ini terdiri dari Kasi V Adityo Utomo, S.H., M.H. (Ketua Tim), Kasi II Yunius Zega, S.H., M.H., dan Ul Awal Saputra sebagai anggota tim.

Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau, Teguh Subroto, S.H., M.H., menegaskan bahwa pihaknya akan terus memburu buronan yang masih berkeliaran demi kepastian hukum. Ia juga mengimbau para DPO Kejati Kepri untuk menyerahkan diri dan mempertanggung jawabkan perbuatannya, karena tidak ada tempat persembunyian yang aman bagi buronan hukum.

Example 120x600
HUKUM & KRIMINAL

Setelah HD dan OFO sebelumnya ramai diperbincangkan, kini hadir tiga nama baru: PSG, UFO Mind, dan UFO Bold semuanya ditemukan beredar luas tanpa pita cukai resmi, dan dijual terang-terangan di berbagai wilayah.

Situasi ini menciptakan satu pertanyaan besar yang terus mengendap di benak publik: “Mengapa mafia rokok ilegal tampak lebih terorganisir, lebih berani, dan lebih stabil dibanding negara?”