Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
NASIONAL

BRIPKA Rofiq Terima Penghargaan di Kursi Roda: Lutut Pecah Demi Tugas, Semangat Tak Pernah Luruh!

Avatar photo
125
×

BRIPKA Rofiq Terima Penghargaan di Kursi Roda: Lutut Pecah Demi Tugas, Semangat Tak Pernah Luruh!

Sebarkan artikel ini
,"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["picsart"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":false,"containsFTESticker":false,"used_sources":{"version":1,"sources":[{"id":"349538621087201","type":"ugc"}]}}

BRIPKA Rofiq

TINTAJURNALISNEWS –Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-79 yang jatuh pada 1 Juli 2025, sebuah momen haru dan inspiratif menggetarkan halaman Mapolres Sukoharjo.

Seorang anggota Polri menerima penghargaan bukan dalam kondisi prima, melainkan dari atas kursi roda, membuktikan bahwa dedikasi sejati tidak mengenal batas fisik.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

Dia adalah Bripka Rofiq Agung Hartono, Banit Reskrim Polsek Kartasura, yang mengalami cedera serius saat menjalankan tugas dalam Operasi Aman Candi 2025, tepatnya pada 20 Mei lalu.

Dalam upaya penangkapan pelaku penganiayaan yang masuk dalam daftar target operasi premanisme di Kelurahan Wirogunan, Kartasura, Bripka Rofiq harus menghadapi perlawanan sengit. Akibatnya, lutut kanannya pecah dan jari tengah tangan kirinya patah.

BACA JUGA:  Aksi Kemanusiaan di Tengah Konflik: Satgas Indobatt XXIII-R/UNIFIL Berikan Layanan Kesehatan Gratis untuk Masyarakat Lebanon

Meski didera luka parah, ia tetap teguh hingga pelaku berhasil dilumpuhkan. Atas keberaniannya itu, Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo menyerahkan langsung penghargaan kepadanya dalam apel penghargaan, Senin (16/6/2025).

Suasana menjadi penuh haru ketika sosok Bhayangkara itu maju dengan bantuan kursi roda, namun dengan sorot mata penuh kebanggaan.

“Saya tidak trauma. Ini sudah saya pahami sejak memilih profesi ini. Ini jalan pengabdian saya. Cedera ini bukan akhir, tapi bagian dari perjuangan,” ungkap Bripka Rofiq penuh keteguhan.

Dokter menyatakan Bripka Rofiq membutuhkan operasi dan masa rehabilitasi panjang. Namun semangatnya jauh dari kata patah. “Alhamdulillah sudah dioperasi. Insyaallah saya pulih dan kembali bertugas. Saya cinta fungsi reserse,” tambahnya.

BACA JUGA:  Sepakat OTT KPK Perlu Dihapus: Disebut Kampungan dan Pemborosan Negara

Di hadapan rekan sejawat, ia menyampaikan pesan kuat “Tetap semangat dan profesional. Jangan gentar hadapi tantangan. Utamakan keselamatan, tapi jangan pernah mundur dari keadilan.”

Kisah Bripka Rofiq adalah cermin nilai sejati Polri: Presisi, Profesional, dan Rela Berkorban. Ia membuktikan bahwa Hari Bhayangkara bukan sekadar seremoni, tapi momentum meneguhkan kembali semangat pengabdian.

Selamat Hari Bhayangkara ke-79. Polri Untuk Masyarakat.

Link WhatsApp Klik untuk chat WhatsApp