TINTAJURNALISNEWS –Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Kinerja atas Efektivitas Upaya Penuntasan Tuberkulosis (TBC) Pemerintah Kota Batam dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau. Penyerahan berlangsung di Kantor BPK RI Perwakilan Kepri, Batamcentre, Selasa (3/2/2026).
Penyerahan LHP ditandai dengan penandatanganan berita acara oleh Kepala BPK RI Perwakilan Kepri, Emmy Mutiarini, bersama Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Ketua DPRD Kota Batam, Muhammad Kamaluddin. Amsakar hadir didampingi sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemko Batam.
Amsakar menyampaikan apresiasi atas audit kinerja yang dilakukan BPK RI. Menurutnya, pemeriksaan tersebut memberikan arah strategis bagi perbaikan tata kelola penanganan TBC di Kota Batam.
Ia menyebutkan, terdapat tiga aspek utama yang menjadi perhatian, yakni penyusunan peta jalan atau rencana aksi penuntasan TBC, penguatan kelembagaan khusus penanganan TBC, serta optimalisasi pemantauan pengobatan pasien di lapangan.
“Upaya penuntasan TBC merupakan bagian dari prioritas nasional yang sejalan dengan kebijakan Presiden RI dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang kesehatan,” ujar Amsakar.

Sebagai tindak lanjut rekomendasi BPK, Pemko Batam tengah menyiapkan Peraturan Wali Kota (Perwako) sebagai dasar hukum penguatan program penanggulangan TBC.
“Aturan ini segera disusun agar pelaksanaan di lapangan dapat berjalan lebih efektif,” tegasnya.
Amsakar optimistis, melalui kolaborasi antara Pemerintah Kota Batam, DPRD, serta pengawasan BPK, angka kasus TBC di Batam dapat ditekan secara signifikan.
Sementara itu, Kepala BPK RI Perwakilan Kepri, Emmy Mutiarini, menjelaskan bahwa Batam dipilih sebagai sampel pemeriksaan kinerja tematik nasional karena memiliki karakteristik wilayah yang strategis sekaligus berisiko tinggi terhadap penyebaran TBC.
“Batam merupakan wilayah terpadat di Kepulauan Riau dan menjadi simpul transportasi domestik maupun internasional. Tingginya mobilitas penduduk menjadikan Batam rentan terhadap penyebaran penyakit menular,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa secara nasional, Indonesia masih berada di peringkat kedua jumlah kasus TBC tertinggi di dunia.
Sumber: MC Pemko Batam












