Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
NASIONALPengawasan Keuangan Negara

Sorotan Menguat Tanpa Kejelasan, Pengawasan Bea Cukai Tanjungpinang Disorot, Kemenkeu Diminta Ambil Langkah Tegas

Avatar photo
196
×

Sorotan Menguat Tanpa Kejelasan, Pengawasan Bea Cukai Tanjungpinang Disorot, Kemenkeu Diminta Ambil Langkah Tegas

Sebarkan artikel ini
Kementerian Keuangan diminta mengambil langkah tegas merespons sorotan aktivitas Pelabuhan Angau.

TINTAJURNALISNEWS –Sorotan terhadap aktivitas bongkar muat di kawasan Pelabuhan Angau, Tanjung Uban, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, kian menguat. Namun di tengah perhatian publik yang terus membesar, respons dari pihak berwenang justru belum terlihat jelas.

Aktivitas di lokasi tersebut masih terpantau berjalan normal. Arus kendaraan logistik keluar masuk kawasan berlangsung lancar, bahkan hingga malam hari. Situasi ini memunculkan kontras yang mencolok: kegiatan terus berjalan, sementara penjelasan dari otoritas belum juga muncul ke permukaan.

Perhatian publik pun mengarah pada Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Tanjungpinang sebagai pihak yang memiliki kewenangan pengawasan kepabeanan di wilayah tersebut.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

Hingga saat ini, belum terdapat keterangan terbuka yang menjelaskan sejauh mana pengawasan dilakukan terhadap aktivitas yang telah berlangsung cukup lama itu.

BACA JUGA:  Warga Tanjunguban Timur Desak Pelebaran Jalan, Drainase, dan Lampu Penerangan

Ketiadaan respons yang memadai ini memunculkan pertanyaan yang semakin menguat: apakah mekanisme pengawasan telah berjalan sebagaimana mestinya, atau terdapat aspek yang belum tersentuh dalam pengawasan lapangan?

Di tengah situasi tersebut, diamnya otoritas justru menjadi sorotan baru. Publik menilai, ketika aktivitas berlangsung terbuka dan berkelanjutan, maka kehadiran negara melalui penjelasan dan tindakan seharusnya juga terlihat secara nyata.

Desakan pun kini mengarah ke tingkat pusat. Kementerian Keuangan Republik Indonesia diminta tidak hanya menunggu laporan, tetapi proaktif mengambil langkah untuk memastikan fungsi pengawasan berjalan efektif melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Sejumlah pihak juga mendorong agar perhatian terhadap persoalan ini mendapat atensi dari figur-figur strategis di tingkat pusat, termasuk Purbaya Yudhi Sadewa, guna memastikan tidak adanya celah dalam sistem pengawasan yang berpotensi berdampak pada penerimaan negara.

BACA JUGA:  Akses Kantin Ditutup, Pelaku UMKM Pelabuhan ASDP Tanjung Uban Mengeluh

Sebagai otoritas fiskal, Kementerian Keuangan memiliki peran penting dalam memastikan setiap arus barang berada dalam sistem resmi dan terpantau. Tanpa kejelasan, potensi celah dalam pengawasan tidak dapat diabaikan, terlebih jika berkaitan dengan penerimaan negara.

Sejumlah warga menyebut aktivitas di kawasan tersebut telah berlangsung cukup lama tanpa hambatan berarti. Fakta ini semakin menegaskan bahwa persoalan ini membutuhkan respons yang tidak sekadar normatif, tetapi nyata dan terukur.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan yang benar-benar menjawab berbagai pertanyaan publik. Kondisi ini membuat satu hal menjadi jelas: bukan hanya aktivitas yang disorot, tetapi juga sikap diam dari otoritas yang kini ikut dipertanyakan.

BACA JUGA:  Panglima Angkatan Laut Singapura Dianugerahi Bintang Jalasena Utama oleh Panglima TNI

Publik kini menunggu bukan sekadar klarifikasi, melainkan tindakan. Sebab tanpa respons yang tegas dan transparan, sorotan tidak akan mereda, justru akan terus menguat seiring waktu..

HUKUM & KRIMINAL

Penyegelan proyek PT Gandasari Shipyard Bintan oleh pihak Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) kini justru menuai sorotan tajam publik. Sebab meski papan segel telah dipasang dan pengawasan disebut sudah dilakukan sejak Februari 2026, aktivitas di lokasi proyek diduga masih tetap terlihat berjalan berdasarkan pantauan lapangan dan berbagai informasi yang berkembang di masyarakat.

HUKUM & KRIMINAL

Kantor DPRD Tanah Laut kembali menjadi sorotan setelah aksi damai gabungan mahasiswa dan nelayan yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Tuntung Pandang berujung kekecewaan. Massa yang datang untuk menyampaikan aspirasi terkait dugaan mafia BBM subsidi jenis solar bagi nelayan mendapati tidak satu pun anggota dewan berada di kantor saat aksi berlangsung, Senin (18/05/2026).