Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Example floating
Example floating
Tanjungpinang

Solar Subsidi Diduga Disalahgunakan di SPBU KM 20 Kijang, Diamnya Pemkab Bintan dan Aparat Berwenang Jadi Sorotan

Avatar photo
205
×

Solar Subsidi Diduga Disalahgunakan di SPBU KM 20 Kijang, Diamnya Pemkab Bintan dan Aparat Berwenang Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
SPBU Kilometer 20 Kijang
Picsart-24-03-26-04-51-32-353

TINTAJURNALISNEWS —Dugaan penyalahgunaan solar bersubsidi di Kabupaten Bintan kian terang dan terbuka. Di SPBU Kilometer 20 Kijang, sejumlah truk pengangkut barang termasuk kendaraan tanpa nomor polisi serta berpelat luar daerah terpantau bebas mengantre dan mengisi solar subsidi tanpa hambatan berarti.

Informasi yang dihimpun Tinta Jurnalis News menyebutkan, praktik tersebut terjadi hampir setiap hari dan diketahui luas oleh masyarakat sekitar. Ironisnya, aktivitas yang secara kasat mata bertentangan dengan prinsip distribusi BBM bersubsidi itu seolah dibiarkan berlangsung normal, tanpa pengawasan maupun penertiban.

Sorotan publik kini tak hanya tertuju pada praktik di lapangan, melainkan pada sikap diam Pemerintah Kabupaten Bintan dan aparat berwenang. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi, tindakan tegas, ataupun langkah konkret yang menunjukkan keberpihakan kepada hak masyarakat kecil.

Padahal, solar bersubsidi diperuntukkan bagi nelayan, petani, dan pelaku usaha mikro. Ketika kendaraan tanpa identitas dan dari luar wilayah dengan mudah mengaksesnya, sementara warga lokal kerap mengantre atau kehabisan, maka yang tercederai bukan hanya aturan, tetapi rasa keadilan.

“Kalau truk tanpa plat saja bisa bebas, lalu siapa sebenarnya yang diawasi?” ujar seorang warga dengan nada kecewa.

Diamnya pemerintah daerah dan aparat penegak aturan dinilai bukan sekadar kelambanan administratif. Dalam persoalan publik yang menyangkut keadilan sosial, ketidakberanian bersikap justru berpotensi menjelma menjadi pembiaran. Tanpa kehadiran negara, ruang kecurigaan pun kian melebar.

Ketika dugaan penyimpangan dibiarkan berlangsung di ruang publik, yang dipertaruhkan bukan hanya distribusi BBM bersubsidi, melainkan wibawa negara dan integritas pemerintahan daerah. Masyarakat Bintan menunggu sikap tegas bukan keheningan.

Hingga berita ini diterbitkan, Tinta Jurnalis News masih berupaya mengonfirmasi Pemerintah Kabupaten Bintan dan instansi terkait. Publik berharap kehadiran nyata negara segera tampak, sebelum pembiaran ini dianggap sebagai kegagalan bersama

Example 120x600