Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
NASIONAL

Sinergitas Bea Cukai Batam dan BAIS TNI Tingkatkan Keamanan Nasional

Avatar photo
192
×

Sinergitas Bea Cukai Batam dan BAIS TNI Tingkatkan Keamanan Nasional

Sebarkan artikel ini

Foto di Ruang Batam KPU Bea dan Cukai Batam

TintaJurnalisNews –Dalam upaya mengatasi tantangan keamanan nasional, khususnya dalam pencegahan peredaran barang-barang terlarang, Kepala Bea Cukai Batam, Zaky Firmansyah, menerima kunjungan kerja dari Direktur C Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, Brigjen TNI Mirza Patria Jaya, beserta staf. Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi dan meningkatkan sinergitas antar instansi, khususnya antara Bea Cukai Batam dan BAIS TNI.

Pertemuan yang digelar di Ruang Batam KPU Bea dan Cukai Batam pada 4 Desember ini menekankan pentingnya kolaborasi dalam menjaga keamanan nasional. Ditekankan bahwa sinergitas antara Bea Cukai dan BAIS TNI memiliki peranan krusial dalam pengawasan dan pengendalian barang yang masuk ke Indonesia, agar upaya penanggulangan peredaran barang-barang terlarang bisa lebih efektif.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru
BACA JUGA:  Mantan Ketua KPK Firli Bahuri Dijadwalkan Jalani Pemeriksaan Tambahan di Bareskrim Polri

Melalui kolaborasi ini, diharapkan dapat terbentuk koordinasi yang lebih baik dalam pengambilan keputusan yang optimal, terpadu, dan tepat sasaran, mengingat data intelijen yang diperoleh dapat diandalkan. Sinergitas antar instansi ini akan memastikan tercapainya kesamaan visi dan misi di antara aparat penegak hukum, guna meningkatkan efektivitas serta efisiensi dalam pelaksanaan tugas pokok, demi menjaga keamanan Indonesia dari ancaman masuknya barang-barang terlarang.

EKONOMI

Berbagai keluhan yang selama ini dirasakan nelayan di Muara Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, akhirnya mulai terungkap ke permukaan. Mulai dari sulitnya memperoleh BBM subsidi, lambannya pengurusan dokumen kapal, hingga dugaan ketidaksesuaian penyaluran BBM menjadi persoalan yang dikeluhkan masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup dari hasil laut.