Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Example floating
Example floating
NASIONAL

Satgas Pamtas RI-Malaysia Gagalkan 16,7 Kg Sabu di Temajuk, Pangdam Beri Apresiasi Langsung

Avatar photo
10
×

Satgas Pamtas RI-Malaysia Gagalkan 16,7 Kg Sabu di Temajuk, Pangdam Beri Apresiasi Langsung

Sebarkan artikel ini
{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["picsart"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"transform":1},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false,"used_sources":{"version":1,"sources":[{"id":"355553944004201","type":"ugc"}]}}
Picsart-24-03-26-04-51-32-353

Pangdam XII/Tpr, Mayjen TNI Iwan Setiawan, S.E., M.M

TintaJurnalisNews -Kiprah Satgas Pamtas RI-Malaysia Batalyon Kavaleri 12/Beruang Cakti tak bisa diragukan lagi. Prestasi demi prestasi terus diraih. Salah satunya pada Jum’at (30/8/2024) kemarin, satuan dibawah Kodam XII/Tanjungpura ini kembali berhasil gagalkan penyelundupan Narkotika jenis sabu seberat kurang lebih 16,7 Kilogram di wilayah Temajuk, Sambas.

Untuk itulah pada hari ini Sabtu (31/8/2024) dengan menggunakan Helikopter, Pangdam XII/Tpr, Mayjen TNI Iwan Setiawan, S.E., M.M., bersama sejumlah PJU langsung menyambangi Pos Gabma Temajuk. Hal tersebut dilakukannya sebagai bentuk perhatian atas dedikasi dan kerja keras anak buah di lapangan.

Dalam kunjungannya Pangdam memberikan apresiasi dan penghargaan kepada personel Pos Gabma Temajuk. Selain itu juga, untuk menambah moril prajuritnya, ia juga memberikan bingkisan makanan. Kegiatan tersebut bahkan langsung mendapat apresiasi dari Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak melalui video call via WhatsApp.

Perlu diketahui, selama bertugas mengamankan tapal batas, personel Pos Gabma Temajuk telah dua kali menggagalkan penyelundupan Narkoba. Pertama pada 13 Juli 2024, personel Pos Gabma Temajuk berhasil menggagalkan penyelundupan 35,9 Kg sabu dan 38 ribu ekstasi. Kedua kalinya, Jum’at kemarin sebanyak 16 paket sabu kurang lebih 16,7 Kg.

Saat memberikan keterangan pada awak media, Pangdam XII/Tpr Mayjen TNI Iwan Setiawan menjelaskan, kedatangannya kali ini adalah dalam rangka kunjungan kerja sekaligus membawa pesan moral dari Panglima TNI dan Kasad serta dirinya atas keberhasilan Satgas Yonkav 12/BC yang terus menerus berhasil menggagalkan penyelundupan Narkoba.

Mayjen TNI Iwan Setiawan mengatakan selama dirinya menjabat Pangkogaspamwiltas Darat sudah ada 200 Kilogram lebih sabu yang berhasil digagalkan masuk ke wilayah Indonesia. Untuk pelakunya ada 38 orang berhasil diamankan, 9 orang WNA Malaysia dan selebihnya WNI.

“Hari ini saya memberikan penghargaan kepada anak-anak di lapangan. Dimana kemarin berhasil menggagalkan kembali penyelundupan Narkoba jenis sabu sebanyak 16 paket kurang lebih 16,7 Kg. Sebelumnya mereka juga berhasil menggagalkan sabu 35,9 Kg dan 38 ribu Ekstasi,” katanya.

Jenderal bintang dua ini juga mengatakan, tidak hanya Satgas Yonkav 12/BC yang berhasil. Di wilayah Sektor Timur, Satgas Yonzipur 5/ABW juga terus menerus berhasil menggagalkan penyelundupan Narkotika. Untuk itu dirinya juga mengapresiasi kinerja Satgas Yonzipur 5/ABW.

“Ini adalah wujud perhatian pimpinan untuk memberikan penghargaan atas prestasi anak-anak di lapangan, sehingga anak-anak di lapangan mendapat penghormatan dan lebih semangat lagi untuk terus perang melawan Narkoba,” tegas Mayjen TNI Iwan Setiawan.

(Pendam XII/Tpr)

Example 120x600
NASIONAL

Presiden Prabowo Subianto menghadiri puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Partai Golkar yang mengusung tema “Doa untuk Bangsa” di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (5/12/2025). Dalam acara tersebut, dipanjatkan doa bagi Bangsa Indonesia, termasuk secara khusus bagi masyarakat yang tengah terdampak bencana alam di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

HUKUM & KRIMINAL

Setelah HD dan OFO sebelumnya ramai diperbincangkan, kini hadir tiga nama baru: PSG, UFO Mind, dan UFO Bold semuanya ditemukan beredar luas tanpa pita cukai resmi, dan dijual terang-terangan di berbagai wilayah.

Situasi ini menciptakan satu pertanyaan besar yang terus mengendap di benak publik: “Mengapa mafia rokok ilegal tampak lebih terorganisir, lebih berani, dan lebih stabil dibanding negara?”